Perjalanan Timnas Indonesia di panggung Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melibatkan agenda pertandingan panjang serta penyesuaian strategi dari tim pelatih dan federasi. Mengikuti perkembangan tim asuhan Shin Tae-yong membutuhkan pemahaman terhadap kalender pertandingan, kesiapan infrastruktur lapangan, hingga rotasi pemain di berbagai ajang resmi.
Berikut adalah tahapan praktis untuk memantau jadwal, agenda pertandingan krusial, dan persiapan Timnas Indonesia di babak kualifikasi Asia.
Memetakan Jadwal Pertandingan Putaran Ketiga dan Lanjutan
Langkah pertama untuk mengikuti perkembangan skuad Garuda adalah mencatat rentang waktu kompetisi resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC):
Persiapan Kontingen Indonesia pada Ajang Multi-Event Olahraga Kemenpora

- Pantau Periode Putaran Ketiga: Babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia berlangsung mulai 5 September 2024 hingga 10 Juni 2025. Fase ini melibatkan 18 tim yang dibagi ke dalam tiga grup berisi masing-masing enam tim, dengan Indonesia memulai undian dari Pot 6 usai menempati posisi runner-up Grup F di putaran kedua bermodal 10 poin.
- Tandai Pertandingan Kandang Utama: Salah satu agenda penting putaran ketiga adalah laga kandang menjamu Bahrain yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret 2025.
- Cermati Jadwal Putaran Lanjutan: Pada pertandingan Grup B Ronde 4 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Indonesia melakoni laga ketat melawan Arab Saudi pada Kamis, 9 Oktober 2025, sebelum dijadwalkan berhadapan dengan Irak pada Minggu, 12 Oktober 2025.
Meninjau Kesiapan Stadion dan Manajemen Fasilitas
Persiapan Timnas Indonesia tidak hanya berlangsung di atas lapangan latihan, melainkan juga mencakup pengelolaan arena pertandingan kandang:
- Prioritas Perawatan SUGBK: PSSI memfokuskan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, agar siap secara optimal untuk pertandingan kualifikasi melawan Bahrain pada 25 Maret 2025. Menurut keterangan Sumardji, proses pemeliharaan rumput dan perbaikan fasilitas stadion diprioritaskan penuh demi menyambut laga kandang kualifikasi tersebut.
- Pengalihan Venue Turnamen Regional: Imbas dari perawatan berkala di GBK, laga kandang turnamen lain seperti fase grup Piala AFF 2024 dialihkan ke arena alternatif, dengan Stadion Manahan di Solo menjadi kandidat lokasi terkuat.
Memantau Strategi Skuad dan Rotasi Pemain
Untuk menjaga performa tim utama tetap bugar dalam jadwal kualifikasi yang padat, PSSI dan tim kepelatihan menerapkan pemisahan prioritas skuad:
Catatan Hasil Capaian Atlet Bulu Tangkis Indonesia Turnamen BWF World Tour

- Fokus Skuad Utama pada Kualifikasi: Pemain senior dan pilar utama diproyeksikan tampil di agenda Kualifikasi Piala Dunia zona Asia guna bersaing memperebutkan poin.
- Pemberdayaan Pemain Muda di Turnamen Pendukung: Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengarahkan penggunaan pemain kelompok umur U-22 pada turnamen ASEAN 2024. Kebijakan ini bertujuan menambah jam terbang pemain muda sekaligus mematangkan skuad menuju SEA Games 2025 di Thailand tanpa membebani pilar utama kualifikasi.
Mengevaluasi Catatan Pertandingan Krusial
Menilai kesiapan tim juga perlu dilakukan dengan mengamati dinamika taktik di laga kualifikasi berintensitas tinggi:
- Efektivitas Bola Mati: Pada laga melawan Arab Saudi (9 Oktober 2025), Indonesia menunjukkan ketajaman eksekusi penalti melalui Kevin Diks yang mencetak dua gol pada menit ke-11 (hasil tinjauan VAR atas handball) dan menit ke-88.
- Disiplin Bertahan dan Penanganan Momen Krusial: Laga tersebut menyajikan total lima gol, tiga penalti, dan satu kartu merah untuk Mohamed Kanno di masa tambahan waktu. Gol lawan yang dicetak Waheb Saleh (17') serta sepasang gol Firas Al Buraikan (36' penalti dan 62' rebound) menjadi bahan evaluasi taktis bagi tim Garuda menjelang laga berikutnya kontra Irak.






