Operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia, I.League, telah menetapkan susunan format serta pembaruan regulasi untuk musim 2026/2027. Kebijakan ini mencakup sistem pertandingan, alokasi pemain asing, kewajiban menit bermain pemain muda, hingga penerapan standar lisensi klub di tingkat Super League maupun Championship.
Langkah penyesuaian tersebut disampaikan oleh jajaran pimpinan I.League, termasuk Direktur Utama Ferry Paulus dan Direktur Kompetisi Asep Saputra, sebagai bagian dari penataan tata kelola dan penguatan ekosistem sepak bola nasional.
Format Kompetisi dan Pelaksanaan Play-off di Venue Netral
Untuk kompetisi kasta kedua atau Pegadaian Championship musim 2026/2027, format dipastikan tetap menggunakan skema dua grup yang masing-masing dihuni oleh 10 klub. Setiap tim akan bersaing lewat format triple round robin, yang kemudian berlanjut ke babak play-off promosi, play-off degradasi, dan partai final. Secara keseluruhan, kompetisi dijadwalkan bergulir dari September 2026 hingga Mei 2027 dengan total 273 pertandingan.
Perubahan signifikan terjadi pada pemilihan lokasi pertandingan babak krusial. I.League menetapkan bahwa pertandingan play-off promosi dan play-off degradasi akan dimainkan di venue netral. Keputusan ini menyusul evaluasi keamanan, termasuk insiden kericuhan yang sempat terjadi pascapertandingan babak play-off Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5).
Persiapan Kontingen Indonesia pada Ajang Multi-Event Olahraga Kemenpora

Sementara itu, partai final penentuan juara tetap akan dilangsungkan di kandang tim unggulan terbaik atau klub dengan perolehan poin lebih tinggi dari babak penyisihan grup. Pada musim sebelumnya, gelar juara diraih oleh Garudayaksa FC usai menundukkan tuan rumah PSS Sleman lewat adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Regulasi Pemain Asing, Menit Tampil U21, dan Ofisial Lokal
Ketentuan teknis terkait komposisi pemain asing pada musim 2026/2027 diputuskan tidak mengalami perubahan. Klub diperbolehkan memiliki maksimal tiga pemain asing terdaftar, mendaftarkan ketiganya dalam daftar susunan pemain (DSP), dan memainkan ketiganya secara bersamaan di lapangan.
Selain kuota pemain asing, I.League melanjutkan kewajiban penerapan menit bermain bagi pemain muda kategori U21. Aturan ini ditegakkan untuk menjaga jalur pembinaan talenta muda di kompetisi resmi.
Jadwal dan Persiapan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Tahapan Menyimak Agenda Garuda

I.League juga memberlakukan ketentuan khusus bagi staf kepelatihan dan pendukung tim. Seluruh ofisial klub Championship diwajibkan merupakan tenaga lokal demi meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan sumber daya manusia sepak bola di dalam negeri.
Standarisasi Lisensi Klub dan Elite Pro Academy
Dalam hal tata kelola profesional, klub-klub Championship akan diterapkan standar lisensi yang setara dengan kasta teratas atau Super League. Proses verifikasi ini mencakup penambahan aspek penilaian pada sektor Marketing serta Development & Sustainability.
Di tingkat pembinaan usia dini, kompetisi Elite Pro Academy (EPA) mulai musim mendatang distandarisasi ke dalam dua kelompok usia, yakni U20 dan U18. Program ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang (roadmap) PSSI dan pengelola liga agar seluruh klub peserta Super League dan Championship memiliki akademi terstandarisasi penuh pada 2030 mendatang.






