berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Penyebab dan Dampak Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih di Indonesia

Slamet PrabowoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 19.26 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab dan Dampak Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih di Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Minyak kayu putih telah lama menempati posisi yang sangat strategis sebagai salah satu komoditas esensial di Indonesia. Berstatus sebagai komoditas hasil hutan bukan kayu, keberadaannya memiliki peran yang krusial dan tidak dapat dipandang sebelah mata bagi keberlangsungan berbagai sektor industri di tanah air. Industri farmasi, sektor kesehatan, hingga para produsen produk perawatan rumah tangga sangat bergantung pada ketersediaan minyak kayu putih sebagai bahan baku penting mereka. Sayangnya, kondisi pasokan komoditas bernilai tinggi ini tengah menghadapi tantangan yang sangat serius seiring dengan adanya tren penurunan produksi yang terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan catatan resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), grafik produksi minyak kayu putih di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang patut diwaspadai oleh para pelaku industri. Pada tahun 2022, volume produksi minyak kayu putih secara nasional tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh angka 64.133,04 ton, beranjak turun dari periode sebelumnya yang berada di angka 67/52 ton. Tren penyusutan angka produksi ini ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. BPS kembali mencatat bahwa pada tahun 2023, jumlah produksi minyak kayu putih di dalam negeri semakin merosot tajam, di mana total produksi yang dihasilkan hanya mampu mencapai angka 41.990,93 ton.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Penurunan volume produksi yang cukup drastis secara berturut-turut ini tentu memicu kekhawatiran yang mendalam mengenai stabilitas pasokan bahan baku bagi industri nasional. Menanggapi fenomena anjloknya produksi tersebut, Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta, memberikan pemaparannya mengenai beberapa faktor utama yang menjadi penyebab di balik masalah ini. Salah satu faktor eksternal yang dinilai paling memberikan pengaruh signifikan adalah persoalan perubahan cuaca. Kondisi perubahan cuaca dilaporkan telah mengganggu keseluruhan proses produksi minyak kayu putih, sekaligus berdampak langsung pada penurunan kualitas minyak yang dihasilkan.

Baca Juga

Penyesuaian Harga BBM SPBU Swasta dan Pertamina di Jabodetabek per Agustus 2026

Penyesuaian Harga BBM SPBU Swasta dan Pertamina di Jabodetabek per Agustus 2026

Selain faktor perubahan cuaca yang sulit diprediksi, kendala teknis dalam proses pengolahan juga menjadi hambatan besar yang menghalangi optimalisasi hasil produksi. Emmanuela Bungasmara Ega Tirta mengungkapkan bahwa kurangnya teknologi penyulingan yang memadai membuat kapasitas produksi minyak kayu putih tidak dapat dimaksimalkan. Keterbatasan dalam aspek teknologi penyulingan ini menyebabkan proses pengolahan bahan baku menjadi kurang efisien, sehingga volume minyak kayu putih yang diproduksi tidak mampu mencapai titik maksimalnya meskipun komoditas hasil hutan bukan kayu ini sangat dibutuhkan oleh pasar.

Dampak dari anjloknya produksi minyak kayu putih ini sangat berpotensi merembet ke berbagai lini industri yang mengandalkannya. Mengingat fungsinya yang sangat vital sebagai bahan baku penting, tren penurunan pasokan minyak kayu putih dapat mengganggu rantai produksi barang-barang farmasi, ketersediaan produk kesehatan harian, serta pasokan produk perawatan rumah tangga di pasaran. Apabila persoalan gangguan cuaca dan kurangnya teknologi penyulingan ini tidak segera mendapatkan perhatian, industri-industri yang menggunakan komoditas tersebut dikhawatirkan akan terus menghadapi kesulitan pasokan di masa mendatang.

Baca Juga

Kenaikan Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Dongkrak Kinerja Nusantara Infrastructure

Kenaikan Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Dongkrak Kinerja Nusantara Infrastructure

Analisis mendalam mengenai penyebab turunnya produksi minyak kayu putih Republik Indonesia beserta efek buruknya ini telah menjadi sorotan utama dalam pemberitaan ekonomi. Pembahasan komprehensif mengenai isu tersebut ditayangkan secara langsung dalam program Squawk Box di saluran televisi CNBC Indonesia. Dalam siaran yang berlangsung pada hari Jumat, 31 Juli 2026, jurnalis Andi Shalini bersama Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta, mengupas tuntas kondisi riil komoditas ini guna memberikan wawasan dan kewaspadaan bagi para pemangku kepentingan di sektor industri terkait.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

minyak kayu putihproduksi nasionalBadan Pusat Statistikindustri farmasikomoditas

Berita Terbaru Lainnya

Persiapan Menggunakan Diskon Penyeberangan Feri ASDP Saat Libur SekolahPenyesuaian Harga BBM SPBU Swasta dan Pertamina di Jabodetabek per Agustus 2026Kenaikan Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Dongkrak Kinerja Nusantara InfrastructureCara Menyikapi Pemulihan IHSG ke Level 6.000 di Tengah Aksi Jual AsingKinerja Keuangan Kementerian Sekretariat Negara dan Kontribusi Kawasan GBK Serta Kemayoran Tahun 2025Penyebab Pengembang Kesulitan Membangun Perumahan di Lahan yang Sudah DibeliPanduan Menggunakan Layanan Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dengan Tarif BaruStrategi PTPN I Kembangkan Bioetanol dari Tetes Tebu untuk Ketahanan Energi dan Ekspor ASEAN

Paling Banyak Dibaca

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  2. 2Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap