berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Teknologi

Pentagon Konfirmasi Penggunaan Grok AI dalam Operasi Militer AS di Iran

Yolanda RumbayanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 01.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pentagon Konfirmasi Penggunaan Grok AI dalam Operasi Militer AS di Iran
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Kehadiran kecerdasan buatan di medan tempur modern kini menjadi kenyataan yang tidak terbantahkan. Departemen Pertahanan Amerika Serikat, atau Pentagon, secara resmi telah mengonfirmasi bahwa chatbot Grok AI milik Elon Musk memegang peran krusial dalam menentukan target serangan selama konflik bersenjata dengan Iran. Pengakuan mengejutkan ini terungkap melalui pernyataan di bawah sumpah oleh Kepala Kecerdasan Buatan Pentagon, Cameron Stanley. Sebelum adanya konfirmasi resmi ini, publik dan pengamat militer sempat mencurigai model Claude besutan Anthropic sebagai sistem kecerdasan buatan utama yang diandalkan oleh militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Pengungkapan rahasia militer yang sangat sensitif ini justru berawal dari persidangan kasus sipil di dalam negeri. Perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, sedang menghadapi gugatan hukum dari organisasi pembela hak sipil NAACP atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Udara Bersih. Gugatan tersebut dipicu oleh langkah xAI yang mengerahkan beberapa turbin pembakaran portabel guna memasok daya ke pusat data mereka. Di tengah jalannya persidangan, fakta mengenai keterlibatan Grok AI dalam operasi militer dibuka sebagai bagian dari pembelaan hukum. Kasus ini bahkan menarik perhatian Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang mengeluarkan memo khusus yang menyatakan bahwa mereka dapat membatalkan gugatan warga tersebut demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Dalam pernyataan resminya, Cameron Stanley menegaskan bahwa memastikan operasional chatbot yang dikembangkan oleh xAI ini tetap berjalan tanpa gangguan merupakan masalah keamanan nasional yang sangat penting. Efektivitas Grok AI di medan tempur terbukti sangat masif, di mana teknologi ini digunakan untuk meluncurkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda hanya dalam kurun waktu 96 jam. Pentagon saat ini mengategorikan Grok AI sebagai satu dari empat model kecerdasan buatan yang mampu mendukung aplikasi keamanan nasional. Lebih spesifik lagi, sistem ini merupakan satu dari tiga produk kecerdasan buatan yang dilengkapi kemampuan untuk menyokong operasi misi kritis dengan tingkat kerahasiaan tinggi.

Baca Juga

Jokowi Blusukan ke Lokasi Gempa NTT, Cek Rumah Warga yang Hancur

Jokowi Blusukan ke Lokasi Gempa NTT, Cek Rumah Warga yang Hancur

Keterlibatan mendalam xAI dalam sektor pertahanan ini juga berjalan beriringan dengan ambisi teknologi luar angkasa Elon Musk melalui SpaceX. Berdasarkan laporan bisnis kuartalan pertama SpaceX pasca-IPO, perusahaan mencatatkan belanja modal yang sangat besar, mencapai 18,4 miliar dolar AS. Dari total anggaran tersebut, sebanyak 15,8 miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk infrastruktur kecerdasan buatan serta pusat data orbital masa depan. Meskipun SpaceX melaporkan kenaikan pendapatan hingga 92 persen, melonjaknya pengeluaran ini membuat nilai saham mereka merosot 9 persen. Di sisi lain, investasi di SpaceX tetap memberikan keuntungan besar bagi pihak luar, salah satunya Suga dari grup BTS yang dikabarkan meraup keuntungan hingga 20 kali lipat dari investasi awalnya. Musk sendiri, meskipun kehilangan status sebagai triliuner dolar akibat aksi jual saham teknologi baru-baru ini, tetap bertahan sebagai orang terkaya di dunia. Di tengah dinamika finansial ini, SpaceX tetap bersiap meluncurkan uji coba penerbangan ke-14 roket Starship, yang menurut Musk akan mengerahkan satelit Starlink V3 dan menangkap kembali roket tersebut.

Di balik kecanggihan taktis yang ditawarkan Grok AI, jalannya perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terus meningkat sejak Februari tahun ini menyisakan perdebatan sengit mengenai transparansi data korban. Pentagon saat ini menghadapi kritik tajam karena dituding meminimalkan jumlah prajurit yang tewas dan terluka sejak eskalasi pertempuran pada Juli 2026. Tuduhan ini diperkuat oleh laporan dari The New York Times yang mendapati bahwa jumlah korban tewas tentara Amerika Serikat di situs resmi Pentagon tiba-tiba turun dari 18 menjadi 14 jiwa. Menanggapi polemik tersebut, Pentagon akhirnya mengubah sistem pelaporan korban perang dan memperbarui datanya dengan mencatat lebih dari 140 prajurit yang terluka serta menambahkan kategori pelacakan baru.

Baca Juga

Sambangi Warga Terdampak Gempa Palue, Jokowi Datang Bawa Bantuan

Sambangi Warga Terdampak Gempa Palue, Jokowi Datang Bawa Bantuan

Ketegangan akibat konflik ini tidak hanya terjadi di garis depan pertempuran dan ruang sidang, tetapi juga merembet ke panggung politik Washington. Proses birokrasi militer Amerika Serikat mengalami hambatan setelah pencalonan Jenderal Christopher LaNeve sebagai Kepala Staf Angkatan Darat terhambat oleh penolakan dari sejumlah Senator Republik, termasuk Joni Ernst. Pertentangan politik ini memperlihatkan betapa kompleksnya situasi yang dihadapi Amerika Serikat saat ini, di mana mereka harus menyeimbangkan pemanfaatan teknologi mutakhir demi keunggulan militer di Iran dengan tuntutan transparansi publik serta stabilitas politik di dalam negeri.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Elon MuskPentagonGrok AISpaceXMiliter AS

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Lahan Kosong Dekat Mall 23 Semarang, Api Berkobar HebatPeriksa Wakil Rektor-Dosen Unsoed, KPK Usut Proses Seleksi MahasiswaMenkeu Baru Suahasil Nazara Rapat Perdana dengan DPD, Bahas Apa?Suahasil Bicara Peluang Batalkan Perombakan Pejabat Kemenkeu PurbayaMenPAN RB Bakal Temui Menkeu Baru Bahas Gaji PNS Pindah ke HimbaraPrabowo Minta Pelaku Kebakaran Hutan Dijerat Pidana Terorisme EkologiJokowi Blusukan ke Lokasi Gempa NTT, Cek Rumah Warga yang HancurNasabah PNM Mekaar Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap