Kehadiran kecerdasan buatan di medan tempur modern kini menjadi kenyataan yang tidak terbantahkan. Departemen Pertahanan Amerika Serikat, atau Pentagon, secara resmi telah mengonfirmasi bahwa chatbot Grok AI milik Elon Musk memegang peran krusial dalam menentukan target serangan selama konflik bersenjata dengan Iran. Pengakuan mengejutkan ini terungkap melalui pernyataan di bawah sumpah oleh Kepala Kecerdasan Buatan Pentagon, Cameron Stanley. Sebelum adanya konfirmasi resmi ini, publik dan pengamat militer sempat mencurigai model Claude besutan Anthropic sebagai sistem kecerdasan buatan utama yang diandalkan oleh militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.








