PT Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan penjualan bahan bakar minyak (BBM) Pertamax Green 95 sebesar 446 persen secara rata-rata harian sepanjang periode awal 2025 hingga Agustus 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan konsumsi masyarakat terhadap produk bahan bakar bauran bioetanol tersebut.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menyampaikan bahwa rata-rata penjualan Pertamax Green saat ini telah mencapai 132 kiloliter (KL) per hari. Angka realisasi tersebut meningkat signifikan dibandingkan catatan pada Januari 2025 yang berada di kisaran 17 KL per hari. Selain kenaikan rata-rata harian, total tren volume penjualan Pertamax Green sejak awal 2025 hingga Agustus 2026 juga tercatat tumbuh hingga 267 persen.
Warga Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Dapat Rekening Bank Berbasis NIK

Mars Ega menjelaskan bahwa tren positif ini menandakan Pertamax Green 95 kian diterima oleh masyarakat luas. Pertamax Green 95 merupakan BBM nonsubsidi dengan angka oktan RON 95 yang mengandung bauran bioetanol sebanyak 5 persen (E5) dan dijual mengikuti mekanisme harga pasar. Produk ramah lingkungan ini telah resmi diluncurkan oleh Pertamina Patra Niaga sejak 2023.
Sebaran Distribusi di SPBU Pulau Jawa
Hingga saat ini, Pertamax Green 95 telah tersedia di 190 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kendati demikian, jaringan distribusinya masih terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa. Mars Ega merinci sebaran SPBU yang menyediakan Pertamax Green mencakup 53 SPBU di Jawa Barat, 47 SPBU di Jawa Timur, 40 SPBU di DKI Jakarta, 28 SPBU di Banten, 16 SPBU di Jawa Tengah, serta 6 SPBU di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Guna mendukung keberlanjutan pasokan dan ekspansi produk ke depan, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi secara aktif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan atau penyedia bahan baku bioetanol.






