Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penetapan prosedur pengamanan terhadap massa unjuk rasa didasarkan langsung pada rute serta titik lokasi yang menjadi sasaran aksi di lapangan. Penegasan ini disampaikan menyusul perbincangan di media sosial terkait tidak adanya barikade atau blokade terhadap massa Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) saat menggelar aksi di dekat kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 September 2026.
Perhatian publik mencuat setelah warganet membandingkan penanganan aksi PBRI dengan unjuk rasa kelompok mahasiswa sebelumnya yang sempat diblokade kepolisian di depan Thamrin Nine saat berupaya bergerak menuju Bundaran HI.
Mengapa Polisi Tidak Memblokade Massa Aksi PBRI?
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa aparat membedakan pola pengamanan berdasarkan tujuan akhir pergerakan massa. Dalam aksi yang berlangsung pada Kamis tersebut, PBRI tidak menjadikan Bundaran HI sebagai lokasi unjuk rasa.
Berdasarkan pantauan kepolisian, massa PBRI memusatkan aksi mereka di depan Deutsche Bank Building serta mengarah ke kantor BBC Indonesia yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol. Karena pergerakan massa tidak diarahkan untuk menguasai atau memasuki area Bundaran HI, kepolisian tidak memberlakukan penyekatan atau blokade jalan.
Kendati tidak ada penyekatan fisik seperti halnya penanganan aksi kelompok mahasiswa menuju Bundaran HI, kepolisian tetap menerjunkan personel untuk mengawal dan mengamankan jalannya unjuk rasa PBRI di depan Deutsche Bank Building.
Beda Narasi Mahasiswa vs Polisi soal Cairan Merica di Demo Jogja

Budi juga mengungkapkan bahwa PBRI tidak melayangkan surat pemberitahuan resmi terkait kegiatan unjuk rasa tersebut ke kepolisian. Informasi pergerakan massa hanya diketahui aparat melalui selebaran dan poster rencana aksi yang disebarkan lewat media sosial.
Alasan Bundaran HI Ditetapkan Sebagai Titik Krusial Pengamanan
Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa kawasan Bundaran HI memiliki status strategis sebagai pusat gravitasi (center of gravity) aktivitas ibu kota dan nasional. Wilayah ini menampung pusat perbelanjaan, sentra perekonomian, simpul utama berbagai moda transportasi publik, hingga kantor konsulat dan perwakilan negara asing.
Potensi gangguan di bundaran lalu lintas tersebut dinilai berdampak sangat luas terhadap mobilitas warga Jakarta. Apabila terjadi penutupan jalan atau stagnasi arus lalu lintas di Bundaran HI, antrean kemacetan kendaraan dipastikan mengekor panjang hingga kawasan Patung Kuda di utara dan Semanggi di selatan.
Oleh karena itu, setiap pergerakan massa yang terindikasi hendak menduduki atau menggelar aksi tepat di Bundaran HI akan langsung diantisipasi melalui penyekatan oleh aparat demi mencegah kelumpuhan jaringan transportasi ibu kota.
Kemensos Bekali 600 Mahasiswa UINSA soal Standar Layanan LKS

Tuntutan Aksi PBRI Terhadap BBC Indonesia
Aksi yang digelar PBRI di kawasan Jalan Imam Bonjol dan depan Deutsche Bank Building dipicu oleh materi pemberitaan BBC News Indonesia. Massa memprotes laporan media tersebut terkait isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Dalam orasinya, massa PBRI menilai pemberitaan karhutla yang disiarkan BBC News Indonesia tidak benar, menimbulkan provokasi, serta memicu keresahan di tengah masyarakat. Massa mengajukan dua tuntutan utama:
- Menghapus (take down) pemberitaan mengenai karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
- Menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
PBRI juga melayangkan ancaman dan ultimatum bahwa mereka akan menduduki kantor BBC Indonesia di Jalan Imam Bonjol apabila kedua tuntutan tersebut tidak dipenuhi.






