Penerapan teknologi dalam sepak bola terus berkembang sebagai upaya meningkatkan standar keadilan dan akurasi keputusan pengadil di lapangan hijau. Salah satu inovasi penting yang terus menjadi perhatian pengelola sepak bola nasional adalah Video Assistant Referee (VAR). Kehadiran teknologi ini dirancang untuk meminimalkan potensi kekeliruan yang berdampak besar terhadap jalannya laga tanpa mengurangi esensi kepemimpinan wasit utama.
Secara global, teknologi VAR pertama kali digunakan dalam turnamen resmi pada ajang Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Sejak saat itu, berbagai federasi dan operator kompetisi sepak bola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, mulai mempelajari mekanisme serta mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang guna menerapkan sistem bantuan video tersebut.
Prinsip Kerja dan Batasan Kewenangan Wasit Lapangan
Prinsip dasar pengoperasian sistem VAR berfokus pada pemberian bantuan terhadap pengadil utama ketika menghadapi momen-momen krusial. Meskipun teknologi peninjauan video menghadirkan rekaman dari berbagai sudut kamera, seluruh keputusan akhir di lapangan tetap berada di tangan wasit yang memimpin pertandingan secara langsung.
Hal tersebut ditegaskan oleh Daniel Rohi, salah satu pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, yang menyampaikan bahwa kehadiran VAR sama sekali tidak mengambil alih kewenangan wasit utama. Perangkat pertandingan yang mengoperasikan sistem video di belakang layar hanya bertugas meninjau rekaman insiden dan memberikan informasi relevan kepada wasit utama yang memiliki wewenang mutlak dalam menetapkan keputusan.
Cakupan Keputusan Krusial yang Ditinjau VAR
Penggunaan VAR tidak diterapkan secara bebas di setiap momen pertandingan, melainkan dibatasi secara ketat untuk situasi-situasi tertentu yang dapat mengubah dinamika dan hasil akhir laga. Bantuan peninjauan video secara garis besar difokuskan pada tiga jenis keputusan besar:
Jadwal dan Skema Pertandingan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia FIFA

Proses Terjadinya Gol: VAR membantu memeriksa keabsahan suatu gol untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran sebelum bola melewati garis gawang, seperti pelanggaran fisik atau posisi mendahului pemain bertahan.
Penetapan Penalti: Peninjauan video digunakan untuk memastikan apakah insiden kontak atau pelanggaran yang terjadi di area penalti layak berbuah tendangan penalti atau justru sebaliknya.
Keputusan Kartu Merah: VAR dilibatkan dalam meninjau potensi pelanggaran berat atau tindakan indisipliner yang dapat mengakibatkan dikeluarkannya sanksi kartu merah langsung kepada seorang pemain.
Peran Federasi dan Kajian Kesiapan Infrastruktur
Pembahasan mengenai penerapan VAR di kompetisi sepak bola Indonesia telah melalui proses pertimbangan teknis dan finansial yang matang. Pada Mei 2019, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sekaligus anggota Komite Eksekutif PSSI, Dirk Soplanit, meluruskan kabar mengenai wacana penggunaan VAR untuk Liga 1 2019. Ia menegaskan bahwa pada saat itu belum ada kesepakatan resmi untuk langsung memberlakukan VAR di kompetisi kasta tertinggi musim tersebut.
Berdasarkan hasil rapat komite eksekutif PSSI kala itu, PT LIB diminta melakukan kajian menyeluruh dari sisi anggaran serta kesiapan infrastruktur stadion pendukung. Dirk Soplanit menyebutkan bahwa dengan berbagai pertimbangan persiapan teknis tersebut, implementasi teknologi VAR kemungkinan baru bisa direalisasikan pada kompetisi musim 2021.
Jadwal Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dan Panduan Tiket Timnas Indonesia

Dari sisi kesiapan perangkat manusia, Sekretaris Jenderal PSSI saat itu, Ratu Tisha Destria, menyampaikan bahwa penyediaan dan pembinaan wasit-wasit terbaik yang nantinya bertugas di belakang layar untuk mengoperasikan sistem VAR menjadi tanggung jawab penuh federasi PSSI.
Implementasi VAR pada Turnamen dan Pembinaan Pemain U-17
Pemanfaatan teknologi VAR tidak hanya relevan untuk liga profesional, melainkan juga mulai diadopsi dalam turnamen pembinaan kelompok umur guna memberikan standar pertandingan yang lebih tinggi. Contoh nyata penerapan tersebut berlangsung pada babak semifinal Soekarno Cup 2026 yang digelar di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.
Dalam turnamen tersebut, panitia penyelenggara menghadirkan perangkat pertandingan berpengalaman dari kompetisi Liga 1 serta menyiapkan fasilitas teknologi VAR untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi krusial. Babak semifinal Soekarno Cup 2026 menjadwalkan dua pertandingan utama, yakni pertemuan antara Banteng Jabar melawan Banteng Papua Raya pada pukul 15.30 WIB, disusul oleh pertandingan antara Banteng Jatim menghadapi Banteng Bali pada pukul 19.00 WIB.
Penerapan teknologi peninjauan video pada ajang Soekarno Cup tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman berharga kepada para pemain kelompok usia U-17. Melalui keterlibatan perangkat berstandar Liga 1 dan penggunaan VAR, para pesepak bola muda dapat mengenal serta memahami secara langsung bagaimana atmosfer, dinamika, dan aturan pertandingan di tingkat profesional dijalankan.






