Pemerintah pusat bergerak menyusun rencana rekonstruksi untuk membangun ulang kawasan Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini diambil menyusul peristiwa kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat tersebut pada Sabtu (22/8) malam.
Musibah kebakaran tersebut menyebabkan sebanyak 129 rumah di kawasan Desa Adat Sade terdampak hingga rata dengan tanah. Karakteristik bangunan di desa adat ini yang menggunakan atap ilalang serta dinding bambu menjadi faktor yang membuat kobaran api menjalar dengan sangat cepat ke seluruh area permukiman.
Rencana Teknis Rekonstruksi dan Skema Anggaran Pemulihan
Pemerintah pusat segera mematangkan sejumlah tahapan rekonstruksi fisik dan penyiapan skema pembiayaan untuk memulihkan cagar budaya dan pemukiman warga Desa Adat Sade:
1. Pematangan Pembahasan Teknis Antarkementerian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pembahasan mengenai teknis proses rekonstruksi atau perbaikan Desa Adat Sade akan dimatangkan lebih lanjut bersama sejumlah kementerian terkait. Koordinasi lintas kementerian ini disiapkan guna memastikan proses pembangunan ulang berjalan terarah sesuai kebutuhan kawasan adat.
1. Pembahasan Alokasi Anggaran dengan Kementerian Keuangan Kebutuhan pendanaan untuk membangun ulang permukiman dan fasilitas yang terdampak tengah disiapkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk memulihkan seluruh kawasan Desa Sade akan dibicarakan secara langsung bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
DSI Luncurkan Platform Tata Kelola Ekspor Batu Bara-Sawit 1 September

1. Rehabilitasi Pembiayaan bagi Pelaku Usaha UMKM Selain menangani perbaikan infrastruktur fisik, pemerintah pusat juga merencanakan program rehabilitasi pembiayaan. Kebijakan ini dirancang karena mayoritas penduduk di Desa Adat Sade merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat membutuhkan pemulihan permodalan pascabencana.
Koordinasi Pemulihan Sektor Pariwisata dan Pelestarian Tradisi Sasak
Desa Adat Sade memegang peranan penting dalam sektor kebudayaan dan pariwisata daerah. Terkait hal tersebut, langkah koordinasi pemulihan pariwisata mulai dijalankan:
- Koordinasi Lintas Lembaga dan Pemerintah Daerah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait dalam proses pemulihan sektor pariwisata Kampung Adat Sade pascakebakaran.
- Perlindungan Warisan Leluhur Suku Sasak Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu kampung adat yang tersisa di Pulau Lombok yang secara konsisten mempertahankan tradisi dan pola kehidupan Suku Sasak. Keberadaan desa ini menjadi kebanggaan masyarakat lokal sebagai warisan leluhur yang bernilai tinggi.
Platform Ekspor PT DSI Diluncurkan 1 September

- Pemulihan Lapangan Pekerjaan Masyarakat Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Adat Sade, Sanah Ardinata, mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran ini membuat warga kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian harian mereka. Warga setempat berharap rencana pembangunan kembali Desa Adat Sade dapat segera terwujud agar aktivitas kehidupan sosial dan lapangan pekerjaan masyarakat dapat kembali pulih.
Penanganan Darurat dan Kondisi Pengungsian Warga
Di samping penyusunan rencana jangka panjang terkait rekonstruksi dan pemulihan ekonomi, penanganan darurat bagi warga terdampak kebakaran di Lombok Tengah terus dilakukan:
- Penyaluran Bantuan Kebutuhan Pokok Pascakebakaran, berbagai bantuan logistik berupa makanan, selimut, dan tenda terus berdatangan ke lokasi untuk membantu meringankan beban kebutuhan harian para korban.
- Penanganan Pengungsi Terdampak Masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya rata dengan tanah untuk sementara waktu mengungsi ke rumah sanak saudara mereka di wilayah sekitar sembari menunggu kelanjutan proses pembangunan ulang desa.






