berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitanPopuler
Beranda/Keuangan

Pegadaian Jadi Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia

Ance RundenganDiterbitkan 11 Agu 2026 - 09.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pegadaian Jadi Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Perkembangan baru yang signifikan kini resmi bergulir di industri pasar modal tanah air. Bertepatan dengan peringatan hari pengaktifan kembali Pasar Modal Indonesia ke-49 pada Senin, 10 Agustus 2026, instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas secara resmi diluncurkan. Produk investasi ini sekarang telah tercatat dan dapat diperdagangkan secara resmi oleh para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). ETF Emas ini hadir sebagai salah satu instrumen investasi reksa dana yang diperdagangkan di bursa dengan aset dasar berupa emas fisik.

Dalam peluncuran ini, PT Pegadaian (Persero) mengambil peran yang sangat krusial. Pegadaian bertindak sebagai satu-satunya bullion bank yang menjadi underlying provider atau penyedia aset dasar untuk ETF Emas di Indonesia. Perlu dicatat bahwa peran Pegadaian di sini adalah sebagai penyedia aset dasar, bukan sebagai pihak yang menerbitkan produk ETF Emas tersebut. Untuk mendukung mekanisme ini, penyediaan aset dasar oleh Pegadaian dilakukan melalui Electronic Gold Receipt (EGR), dengan ketetapan konversi di mana 1 gram emas fisik setara dengan 1.000 EGR.

Perjalanan pembentukan instrumen ini telah melalui proses persiapan yang matang. Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan bersama pemangku kepentingan terkait telah mempersiapkan integrasi ini sejak beberapa tahun lalu. Inisiatif awal untuk membentuk ETF Emas di Indonesia dimulai pada tahun 2024 melalui kolaborasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah operasionalnya kemudian semakin diperkuat pada tahun 2025, ketika Pegadaian bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk persiapan operasional produk ETF Emas di Indonesia.

Baca Juga

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,29% ke Level 6.383

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,29% ke Level 6.383

Untuk menjamin keamanan dan transparansi bagi para investor, Pegadaian memastikan bahwa ketersediaan emas fisik yang disimpan sepenuhnya sesuai dengan data yang tercatat pada EGR dan KSEI. Penyimpanan emas fisik ini dilakukan dengan mematuhi regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17 Tahun 2024 serta POJK Nomor 2 Tahun 2026. Selain kepatuhan terhadap regulasi OJK tersebut, keandalan fisik emas juga didukung oleh jaringan kerja sama produsen emas nasional milik Pegadaian yang telah bersertifikasi SNI dengan kadar 99,99 persen.

Selain kesiapan operasional dan kepatuhan regulasi, instrumen keuangan ini juga telah mengakomodasi kebutuhan pasar syariah di Indonesia. ETF Emas di Indonesia telah dipastikan memenuhi kesesuaian prinsip syariah. Kesesuaian ini didasarkan pada fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), yaitu Fatwa Nomor 163/DSN-MUI/VII/2025 tentang Exchange Traded Fund (ETF) Syariah Emas. Landasan hukum ini sejalan dengan Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan aset yang mendasari berupa emas.

Baca Juga

BEI Pantau Ketat Saham MCAS dan FUTR Akibat Unusual Market Activity

BEI Pantau Ketat Saham MCAS dan FUTR Akibat Unusual Market Activity

Acara peluncuran bersejarah ini turut dihadiri dan disaksikan oleh sejumlah tokoh penting dan pejabat negara. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. Dalam pidato sambutannya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memaparkan data mengenai perkembangan investasi emas global untuk memberikan konteks. Pada tahun 2025, aset kelolaan ETF Emas secara global telah mencapai nilai US$ 559 miliar dengan total kepemilikan emas fisik mencapai 4.025 ton. Juda Agung merinci bahwa pengelolaan emas global di Amerika Serikat mencapai US$ 200 miliar, di Cina sebesar US$ 45 miliar, dan di India mencapai US$ 17,5 miliar.

Dengan potensi pasar yang sangat besar, kapasitas Pegadaian sebagai satu-satunya penyedia aset dasar dinilai sangat mumpuni. Saat ini, Pegadaian sendiri tercatat menyimpan emas fisik sebanyak 153 ton, yang nilainya setara dengan US$ 20 miliar. Jumlah penyimpanan yang besar ini diharapkan mampu menyokong kebutuhan aset dasar bagi produk ETF Emas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Melalui kehadiran instrumen investasi reksa dana berbasis emas fisik ini, masyarakat Indonesia kini memiliki alternatif investasi yang aman, terregulasi, dan terintegrasi secara resmi di pasar modal.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaOJK

Berita Terbaru Lainnya

Satpol PP Kota Depok Penertiban 350 Bangunan Liar di Kawasan UPT Pasar CisalakMenteri LH Dorong Wonosobo Kembangkan Pariwisata Berbasis LingkunganIHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,29% ke Level 6.383Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780BEI Pantau Ketat Saham MCAS dan FUTR Akibat Unusual Market ActivityPanduan Menghadapi Darurat Karhutla dan Kabut Asap di Kota PontianakEvaluasi Sistem Peringatan Dini untuk Mengatasi Karhutla di Taman NasionalHarga Minyak Mentah Naik 5 Persen, Iran-Oman Belum Sepakat Buka Selat Hormuz

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalOtomotifKeuanganBisnisOlahragaTeknologiPolitikMegapolitan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap