berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Nasional

Evaluasi Sistem Peringatan Dini untuk Mengatasi Karhutla di Taman Nasional

Usat BalangDiterbitkan 11 Agu 2026 - 09.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Evaluasi Sistem Peringatan Dini untuk Mengatasi Karhutla di Taman Nasional
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Bagaimana langkah terbaik untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi yang memiliki medan sulit? Pertanyaan ini menjadi sangat krusial mengingat hambatan geografis sering kali membuat api cepat meluas sebelum sempat ditangani. Untuk menjawab tantangan tersebut, DPR RI mendorong pembenahan teknologi pemantauan dan sistem deteksi dini di wilayah rawan.

Mengapa pemadaman karhutla di kawasan taman nasional sering kali mengalami hambatan serius?

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menjelaskan bahwa beberapa titik kebakaran di kawasan taman nasional sangat sulit dijangkau oleh regu darat. Sebagai contoh, medan di sejumlah titik di kawasan Tengger memiliki rintangan geografis yang berat. Kondisi ini membuat pergerakan personel darat menjadi terbatas, sehingga metode pengeboman air (water bombing) dinilai sebagai langkah paling tepat untuk memadamkan api.

Bagaimana teknologi dapat membantu mengatasi kendala operasional di lapangan?

Baca Juga

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Untuk menyiasati kendala medan yang ekstrem, Daniel Johan mendorong pelaksanaan operasi pemadaman yang lebih sistematis dengan mengandalkan dukungan teknologi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemantauan titik api secara seketika (real-time) menggunakan pesawat nirawak atau drone. Informasi yang dikumpulkan oleh pesawat nirawak tersebut nantinya menjadi acuan dalam menetapkan target utama pengeboman air, sehingga upaya pemadaman berjalan lebih efisien dan akurat.

Mengapa evaluasi terhadap sistem peringatan dini menjadi fokus utama DPR?

Terkait penanganan kebakaran di area pelestarian alam, perwakilan rakyat menyoroti perlunya penilaian ulang terhadap sistem peringatan dini secara menyeluruh. Daniel Johan menilai kesiapan mitigasi di kawasan konservasi perlu dievaluasi kembali, termasuk melalui investasi pada sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan drone dan satelit. Guna mencegah meluasnya titik api dan menjaga keamanan para petugas, Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman juga mendesak BNPB untuk segera memetakan potensi risiko akibat fenomena El Nino pada tahun 2026. Kesiapsiagaan ini sejalan dengan penyampaian Menko Polkam mengenai peningkatan kewaspadaan pemerintah terhadap ancaman karhutla di enam provinsi.

Bagaimana koordinasi dan dukungan anggaran yang disiapkan untuk petugas lapangan?

Baca Juga

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Pemerintah pusat didorong oleh Komisi IV DPR RI agar menjamin ketersediaan dana dan kebutuhan logistik bagi para personel yang beroperasi langsung di lokasi kejadian. Sinergi antarinstansi, termasuk BNPB, BPBD, Balai Besar TNBTS, aparat TNI dan Polri, serta tenaga sukarela, harus semakin dioptimalkan agar penanganan berjalan lancar. Sebagai wujud nyata penanganan terpadu, sebuah regu gabungan dari unsur BPBD, aparat TNI dan Polri, Perhutani, serta LMDH tercatat telah memadamkan api yang melanda lahan seluas lebih kurang empat hektare.

Apa saja agenda lain yang tengah diawasi oleh Komisi IV DPR RI saat ini?

Selain penanganan karhutla, Komisi IV DPR RI aktif mengawal berbagai isu lingkungan dan ketahanan pangan. Sebuah tim pencari fakta telah dibentuk oleh Komisi IV untuk mengevaluasi imbas sosial dan lingkungan akibat aktivitas pembuangan tailing PT Freeport Indonesia di wilayah Timika, Papua Tengah. Di ranah pelestarian satwa, Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR RI telah menyerahkan apresiasi kepada 23 anggota regu gabungan atas keberhasilan mereka mencegah perburuan ilegal di kawasan TN Komodo. Rombongan Komisi IV juga mengadakan peninjauan khusus ke Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada Jumat (10/7) guna mengikuti kegiatan panen raya padi demplot di lahan seluas 30 hektare. Terkait sektor pangan, melihat keberhasilan Indonesia meraih kemandirian pasokan beras pada tahun 2025, Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah meyakini bahwa sasaran swasembada pangan secara nasional di tahun 2029 dapat direalisasikan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIKarhutlaMitigasi Bencana

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan KetentuannyaNasional 路 25 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap