Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif pada Senin, 10 Agustus 2026. Setelah sempat mengalami koreksi pada hari perdagangan sebelumnya, indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini berhasil berbalik arah ke zona hijau pada pembukaan perdagangan. Pergerakan ini terjadi di tengah dinamika aliran dana asing serta ketegangan geopolitik global.
Bagaimana rincian pergerakan saham saat IHSG Sesi I dibuka menguat 0,29 persen ke level 6.383?
Pada pukul 09.00 WIB, indeks langsung menguat dan berada di posisi 6.383,81, mencatatkan kenaikan sebesar 0,29 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Aktivitas perdagangan di awal sesi mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 139,52 miliar. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 385,31 juta lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 28,66 juta kali. Dari sisi pergerakan harga saham, sebanyak 222 saham terpantau bergerak naik, 79 saham melemah, dan 318 saham lainnya masih belum bergerak.
Bagaimana pergerakan dana investor asing di pasar saham Indonesia saat ini?
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Arah aliran dana investor asing menunjukkan pola yang bervariasi. Pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, pemodal asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign inflow) senilai Rp 829,69 miliar di seluruh pasar. Hal ini menjadi kabar baik setelah investor asing keluar besar-besaran sepanjang periode Mei hingga Juli 2026. Pada hari Jumat pekan sebelumnya, pasar saham domestik juga sempat membukukan pembelian bersih secara keseluruhan hingga Rp 1,24 triliun dan aliran dana masuk di pasar reguler sebesar Rp 917,23 miliar.
Namun, di pasar reguler pada hari Senin tersebut, investor asing justru membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp 875,51 miliar. Secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date) hingga hari perdagangan ke-141 yang dihitung dari 2 Januari, asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebanyak 93 hari dan beli bersih selama 48 hari. Kondisi ini membuat akumulasi dana asing yang keluar (net foreign outflow) sejak awal tahun mencapai Rp 70,46 triliun di seluruh pasar dan Rp 95,37 triliun di pasar reguler.
Sentimen global apa saja yang membayangi perdagangan saham saat ini?
BEI Pantau Ketat Saham MCAS dan FUTR Akibat Unusual Market Activity

Pergerakan indeks saham domestik turut dibayangi oleh situasi internasional, khususnya ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak melonjak sekitar 5 persen pada Senin, 10 Agustus 2026, akibat keraguan atas tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Minyak jenis WTI ditutup pada harga US$ 82,13 per barel, sementara minyak Brent berada di level US$ 87,72 per barel.
Keraguan ini dipicu oleh sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari yang sama, yang menanggapi tuntutan Iran dengan desakan baru. Trump menyatakan bahwa Teheran harus membayar kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama 50 tahun terakhir, termasuk bagi warga sipil dan pasukan Amerika Serikat yang tewas akibat perang, serangan, serta demonstrasi di kawasan tersebut. Sebelumnya, Iran menuntut kompensasi, pencabutan sanksi, dan penghentian ancaman militer Amerika Serikat sebagai syarat untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.






