Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di dalam batas delineasi IKN berada cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sebaran titik api terdekat tercatat masih berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer dari pusat pemerintahan baru tersebut.
Langkah penanganan karhutla ini menjadi perhatian pemerintah pusat menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana secara virtual pada Senin (7/9). Presiden meminta pengerahan aset dan penanganan khusus agar api tidak merambat hingga mendekati kawasan inti IKN.
Penanganan di lapangan langsung diintensifkan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. Pada Selasa (8/9) pagi, tim gabungan kembali mengidentifikasi titik api di Kilometer 31 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Titik tersebut segera ditangani oleh personel Otorita IKN bersama TNI, Polri, dan pihak Jasa Marga guna mencegah gangguan operasional jalan bebas hambatan maupun perambatan api ke area vegetasi sekitarnya.
Penumpang Ngeluh Gagal Refund Tiket Pesawat Saat Erupsi, Dana Tak Full

Penanganan Titik Api dan Operasi Udara
Saat ini, konsentrasi pemantauan dan pemadaman difokuskan pada dua wilayah utama yang menjadi perhatian, yakni kawasan Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto. Medan yang terjal dan sulit dijangkau melalui jalur darat disiasati dengan melibatkan armada udara.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk melakukan operasi pemadaman udara (water bombing). Metode pemboman air dari udara ini telah dijalankan pada sejumlah titik yang tidak dapat diakses tim darat, khususnya di kawasan Bukit Tengkorak dan beberapa titik di Bukit Merdeka.
Rosan Buka Suara soal Sumber Anggaran Saldo Rp50 Ribu Rekening Warga

Mengenai luasan 458 hektare yang sebelumnya tercatat, Otorita IKN mengklarifikasi bahwa angka tersebut mencerminkan total kawasan terdampak persebaran titik api, bukan hamparan lahan yang habis terbakar seluruhnya. Area yang terbakar secara riil berada di bawah angka tersebut karena api muncul secara sporadis dalam bentuk kantong-kantong titik api terpisah.
Selain memfokuskan upaya pemadaman darat dan udara pada titik-titik aktif, Otorita IKN turut memperkuat langkah mitigasi jangka panjang. Salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan penyangga agar tidak membersihkan atau membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.






