berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Berita

Optimalisasi Infrastruktur Air Kementerian Pekerjaan Umum untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Slamet PrabowoDiterbitkan 3 Agu 2026 - 00.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Optimalisasi Infrastruktur Air Kementerian Pekerjaan Umum untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi akibat musim kemarau maupun fenomena iklim El Nino menuntut kesiapan infrastruktur sumber daya air yang matang. Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah komprehensif untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat luas maupun sektor pertanian. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Sabtu, 1 Agustus 2026, menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur sumber daya air merupakan salah satu langkah krusial. Upaya ini dinilai sangat penting guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di tengah situasi cuaca yang tidak menentu.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Sebagai tulang punggung penyediaan air permukaan, Kementerian PU terus menyiagakan berbagai fasilitas penampungan air yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut mencakup bendungan, bendung, embung, hingga waduk yang dioperasikan untuk menjaga stabilitas pasokan air selama periode kering. Saat ini, Kementerian PU tercatat mengelola sebanyak 240 bendungan yang memiliki total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik. Kapasitas ini masih ditunjang oleh keberadaan 601 situ dan danau dengan estimasi volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik. Selain itu, terdapat pula lebih dari 1.000 fasilitas tampungan air baku yang secara langsung mendukung pemenuhan kebutuhan air harian masyarakat.

Selain memaksimalkan potensi air permukaan melalui bendungan dan waduk, langkah mitigasi kekeringan juga dilakukan dengan mengandalkan sumber air tanah. Pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan pengoperasian 10.789 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah daerah. Fasilitas sumur bor tersebut memiliki total kapasitas penarikan air lebih dari 114 ribu meter kubik per detik. Optimalisasi sumur bor ini dirancang untuk menjadi sumber alternatif yang dapat diandalkan guna menjaga ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan irigasi pada lahan-lahan pertanian yang rentan terhadap penyusutan pasokan air permukaan.

Baca Juga

Kinerja Keuangan Harita Nickel dan Capaian Pendapatan Semester I 2026

Kinerja Keuangan Harita Nickel dan Capaian Pendapatan Semester I 2026

Guna menjamin air tersalurkan dengan tingkat efisiensi yang tinggi, Kementerian PU menerapkan strategi penyesuaian pola operasi pada infrastruktur yang ada. Pengaturan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan kondisi aktual di lapangan. Langkah ini bertujuan agar distribusi air dapat merata dan tepat sasaran. Di samping itu, untuk merespons kondisi darurat kekeringan yang mungkin terjadi secara tiba-tiba di kawasan terdampak, pemerintah telah menyiagakan armada peralatan teknis. Peralatan darurat yang disiapkan terdiri atas 125 unit pompa bergerak atau mobile pump, 921 unit pompa alkon, serta 49 unit mesin bor yang siap dikerahkan kapan saja.

Pendekatan teknis di lapangan turut diimbangi dengan langkah pemetaan dan edukasi. Pemerintah secara aktif melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang diklasifikasikan sebagai kawasan rawan kekeringan. Pemetaan ini menjadi basis data penting untuk menentukan prioritas penanganan dan alokasi bantuan peralatan. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat luas. Edukasi tersebut difokuskan pada langkah-langkah adaptasi yang perlu diterapkan oleh warga dalam menghadapi musim kemarau, sehingga masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengelola penggunaan air sehari-hari secara bijak dan efisien.

Baca Juga

Penyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis Energi

Penyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis Energi

Khusus untuk sektor pertanian yang mengonsumsi air dalam jumlah besar, Kementerian PU mendorong inovasi melalui penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air, atau yang dikenal dengan singkatan IPHA. Teknologi ini dinilai sebagai solusi yang efektif karena mampu mengurangi kebutuhan dan konsumsi air di area persawahan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap produktivitas lahan. Melalui kombinasi kesiapan infrastruktur fisik, manajemen distribusi yang efisien, penyediaan peralatan darurat, hingga penerapan teknologi hemat air, pemerintah berupaya menciptakan sistem ketahanan air yang tangguh dalam menghadapi berbagai skenario kekeringan ekstrem.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KekeringanKementerian PUSumur BorKetahanan PanganBendungan

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Memaksimalkan Diskon Elektronik di Transmart Full Day SaleCara Memaksimalkan Diskon 50% + 20% di Transmart Full Day Sale Usai GajianPanduan Belanja Transmart Full Day Sale dan Cara Mendapatkan Elektronik Harga HematKinerja Keuangan Harita Nickel dan Capaian Pendapatan Semester I 2026Panduan Memilah Berita Terkini dan Cara Menghindari Hoaks di Era DigitalAntisipasi Kepadatan Imbas Doa Kebangsaan di Monas, Tiga Belas Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Stasiun JatinegaraRute dan Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta Rp 15 RibuKecelakaan Mobil Tangki dan Pikap Mahasiswa KKN di Tanah Bumbu

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap