PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per lembar saham atau dengan nilai total mencapai sekitar Rp6,16 triliun. Pembayaran dividen ini dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 bank pelat merah tersebut.
Keputusan pembagian dividen interim telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada Kamis (3/9/2026). Informasi resmi terkait aksi korporasi ini kemudian disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/9/2026).
Jadwal Pembagian Dividen Interim BMRI
Berdasarkan jadwal yang telah dirilis, periode cum dividend di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi jatuh pada 15 September 2026, diikuti ex dividend pada 16 September 2026. Sementara itu, cum dividend di Pasar Tunai dijadwalkan pada 17 September 2026 dengan ex dividend pada 18 September 2026.
ESDM, B50 Pangkas Impor Solar 310 Ribu Bph, Bisa Gaet Devisa Rp170 T

Pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim (recording date) ditetapkan pada 17 September 2026. Selanjutnya, proses distribusi atau pembayaran dividen kepada para pemegang saham akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan HUT ke-28 perseroan yang mengusung tema "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia".
Ditopang Kinerja Positif dan Pertumbuhan Laba
Dengan alokasi interim tersebut, akumulasi dividen yang dibagikan Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun serta dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.
6 Gunung Erupsi, Pemerintah Pantau Dampaknya ke Ekonomi dan Logistik

Aksi korporasi ini didukung oleh capaian kinerja keuangan perseroan yang solid hingga Agustus 2026. Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri tercatat tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) hingga menembus Rp1.592 triliun.
Ekspansi pembiayaan tersebut diimbangi oleh penguatan likuiditas, di mana penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 17,6 persen YoY menjadi Rp1.687 triliun. Pada periode yang sama, total aset perseroan menyentuh Rp2.358 triliun atau naik 20,7 persen YoY, dengan perolehan laba bersih tumbuh 22,3 persen YoY menjadi Rp37,5 triliun serta rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) gross terjaga di level 1,00 persen.






