Pemerintah terus mencermati dampak aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah terdampak. Langkah pemantauan ini dilakukan guna mengantisipasi gangguan lanjutan pada aktivitas warga serta menjaga kelancaran jalur distribusi logistik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah memonitor langsung dampak dari letusan 5 hingga 6 gunung berapi di Indonesia. Fokus pemantauan diarahkan pada wilayah yang mengalami penurunan aktivitas masyarakat secara signifikan akibat bencana vulkanik tersebut.
Adapun gunung-gunung yang tercatat mengalami erupsi mencakup Gunung Sinabung di Sumatra Utara, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Oktober 2026, Bank Mandiri Siap Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Gangguan Penerbangan dan Rantai Pasok Logistik
Airlangga mengungkapkan bahwa dampak letusan gunung berapi sudah secara pasti menimbulkan gangguan pada sektor logistik, khususnya transportasi udara. Menurutnya, gangguan pada sektor penerbangan berdampak langsung terhadap kelancaran arus pengiriman kargo antardaerah.
Saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan memperhitungkan estimasi durasi pembatasan hingga penutupan jalur penerbangan yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa langkah mitigasi di lapangan harus dilakukan secara berimbang. Penanganan darurat bencana diharapkan berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi serta memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat di kawasan terdampak.
ESDM, B50 Pangkas Impor Solar 310 Ribu Bph, Bisa Gaet Devisa Rp170 T

Dampak terhadap Perekonomian Nasional
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai aktivitas vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Purbaya memperkirakan dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak sebesar dampak bencana alam yang pernah terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun peristiwa gempa bumi di NTT. Mengingat erupsi terjadi dalam rentang beberapa hari, pemerintah akan terus melihat dinamika ke depan dan berharap dampaknya tidak memperburuk stabilitas ekonomi nasional.






