Perusahaan farmasi global Novo Nordisk resmi menggandeng Amazon Web Services (AWS) dalam sebuah kemitraan strategis untuk mempercepat proses penemuan obat serta memodernisasi kegiatan operasional risetnya. Melalui kesepakatan ini, Novo Nordisk menetapkan AWS sebagai penyedia komputasi awan (cloud) utama dan mitra strategis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Langkah kolaborasi ini ditandai dengan pembentukan pusat inovasi bersama (co-innovation hub) yang bertempat di fasilitas milik Novo Nordisk di London. Di pusat riset tersebut, para insinyur dan ilmuwan dari kedua institusi berkolaborasi langsung memanfaatkan kapabilitas teknologi AI dari AWS untuk memproses data dan wawasan medis Novo Nordisk.
Fokus utama dari riset terpadu ini adalah memangkas durasi pengembangan terapi, mulai dari tahap awal identifikasi target terapeutik hingga fase uji klinis berupa pemberian dosis pertama kepada manusia (first-in-human dosing).
Menhut Ingin Sewa 12 Pesawat Tangani Karhutla, Bujetnya Rp1,54 T

Integrasi Agen AI dan Data Klinis Terpadu
Untuk mendukung percepatan penemuan obat baru, Novo Nordisk mengintegrasikan sejumlah solusi teknologi dari AWS, termasuk Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock. Layanan tersebut difungsikan untuk menghubungkan serta menganalisis kumpulan data genomik, pencitraan biologis, dan rekam klinis, sehingga perancangan uji klinis dapat dilakukan dengan lebih presisi.
Selain riset laboratorium, Novo Nordisk juga menerapkan Amazon Bedrock AgentCore guna membangun agen AI (agentic AI) yang bertugas mengoptimalkan efisiensi operasional harian di berbagai lini kerja perusahaan.
Prabowo Pimpin Rapat Bahas Akses Rumah Layak dan Terjangkau di Hambalang

Kemitraan antara perusahaan yang dipimpin Presiden dan CEO Mike Doustdar serta AWS di bawah kepemimpinan CEO Matt Garman ini telah mencatatkan sejumlah dampak nyata. Implementasi teknologi komputasi dan otomatisasi berbasis AI tersebut berhasil memangkas durasi pengerjaan dokumentasi klinis sekaligus meningkatkan produktivitas lebih dari 25.000 karyawan di lingkungan Novo Nordisk.
Selain pengembangan teknologi riset murni, kerja sama ini juga merambah unit bisnis pendukung layanan kesehatan Amazon lainnya, seperti Amazon Pharmacy, Amazon Ads, dan Amazon One Medical, guna merancang jalur distribusi dan pemasaran terapi baru agar lebih terjangkau bagi para pasien.






