Hubungan kerja sama dan pembinaan yang terbuka antara Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Garut, Rusdedy, dan warga binaan berhasil membuahkan unit usaha baru di dalam lapas. Dari kolaborasi tersebut, lahirlah merek kopi kemasan bernama Paskopi yang digagas serta dikerjakan langsung oleh para narapidana.
Berikut rangkuman informasi lengkap seputar latar belakang, proses produksi, varian produk, hingga rekam jejak pembinaan di balik lahirnya Paskopi.
Bagaimana Paskopi Bisa Tercipta di Lapas Garut?
Paskopi lahir dari inisiatif Kalapas Kelas IIA Garut Rusdedy yang memberi kepercayaan kepada narapidana untuk mengasah potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mengetahui adanya warga binaan yang memiliki latar belakang di industri kopi, pihak lapas memfasilitasi transfer keahlian kepada narapidana lainnya.
Untuk memulai produksi secara terstandar, didatangkan tim ahli pemanggangan (roasting) dan peracikan kopi dari luar lapas. Tim tersebut bertemu dengan pimpinan lapas dan memberikan pelatihan teknis kepada warga binaan, mulai dari mengolah biji kopi, memanggang, meracik, hingga mengemas produk jadi.
Heboh ASN Sumbar Diduga Asusila di Ruang Kerja, Pemprov Panggil-Lapor Gubernur

Siapa Sosok Napi di Balik Racikan Kopi Tersebut?
Sosok pelopor di balik racikan produk ini adalah Amir (48), seorang warga binaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebelum menjalani masa hukuman, Amir merupakan seorang eksportir kopi yang ditangkap oleh Bareskrim Polri di Bandara Soekarno-Hatta seusai menghadiri kegiatan di Mesir.
Berbekal pengalamannya di bisnis kopi, Amir mengajak mantan rekan kerjanya datang ke lapas untuk melatih sesama narapidana agar memiliki keterampilan kerja mandiri selama maupun setelah masa pembinaan.
Bagaimana Mesin Pengemas Diperbaiki Saat Terjadi Kendala?
Produksi Paskopi sempat terkendala mesin pengemas otomatis yang rusak. Keterbatasan akses teknisi diselesaikan dengan memanfaatkan panggilan video (video call) bersama teknisi yang berada di Yogyakarta.
Amir mengarahkan warga binaan yang tidak memiliki latar belakang teknik permesinan untuk membongkar dan merakit kembali komponen alat tersebut. Seluruh proses perbaikan memakan waktu sekitar satu minggu. Pengadaan suku cadang mesin yang rusak dibeli menggunakan dana pribadi Rusdedy.
Sengketa TK-SD Islam Pembangunan Pamulang, Yayasan Klaim Aset Milik Sendiri

Apa Saja Varian Rasa dan Bagaimana Pemasaran Paskopi?
Bahan baku utama Paskopi menggunakan biji kopi robusta lokal asal Garut. Berbagai varian minuman yang dikembangkan meliputi:
- Ice coffee beer
- Coconut coffee latte yang diolah dengan santan asli
- Kopi Stamina, yaitu racikan kopi yang dicampur rempah-rempah seperti jahe merah, ginseng, pasak bumi, dan kapulaga
Pada tahap awal peluncuran, produk ini sempat terjual sekitar 1.500 saset dalam kurun satu pekan. Saat ini, perputaran penjualan Paskopi mencakup:
- Sekitar 500 saset per bulan di kantin Lapas Garut
- Sekitar 400 hingga 500 saset per bulan di Rutan Garut
- Pembelian dari pihak luar, termasuk pedagang kopi keliling yang menggunakan sepeda
Seperti Apa Rekam Jejak Rusdedy dalam Program Pembinaan Kemandirian?
Rusdedy telah mengabdi selama 26 tahun sebagai petugas pemasyarakatan. Minatnya terhadap program kemandirian narapidana sudah terbentuk sejak mendaftar di Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP). Sepanjang kariernya, ia konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan di unit pelaksana teknis yang dipimpinnya:
- Lapas Narkotika Jakarta: Menularkan keterampilan sablon dan menggerakkan kegiatan konveksi bagi narapidana setelah lulus dari AKIP.
- Lapas Kelas IIB Boalemo: Menjabat Kepala KPLP dan mengembangkan pemanfaatan kayu lokal untuk mebel, pembuatan pot, serta kaligrafi. Program ini memperoleh penghargaan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada periode 2012–2013.
- Lapas Kelas IIA Gorontalo: Menjabat Kasi Binadik dan menggandeng Institut Agama Islam Negeri (IAIN) serta pemerintah daerah untuk program beasiswa kuliah jurusan Hukum Islam, yang meluluskan 20 pegawai dan 20 warga binaan bergelar sarjana.
- Lapas Pohuwato: Memetakan potensi 10 ribu hektare perkebunan kelapa lokal sejak operasional lapas dimulai pada Oktober 2015. Narapidana dilatih mengolah sabut kelapa hingga produknya berhasil diekspor ke Wuhan, Tiongkok, pada 2017.
- Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal: Menerapkan model pertanian terpadu (integrated farming) ramah lingkungan di atas lahan 17,5 hektare yang mencakup peternakan sapi, domba, ayam, tambak ikan, dan perkebunan jagung.






