Ketergantungan pada kekayaan sumber daya alam tidak lagi menjadi jaminan utama bagi keunggulan suatu negara di tingkat global. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, yang menyoroti bahwa daya saing masa depan kini sepenuhnya bertumpu pada kualitas sumber daya manusia. Dalam orasi ilmiahnya pada Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2026/2027 di Bandung, ia memaparkan urgensi penguasaan ilmu pengetahuan, penciptaan inovasi, serta kemampuan menghasilkan nilai tambah ekonomi sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Laporan mengenai pandangan strategis dari petinggi holding industri pertambangan ini dikutip pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Pandangan ini menggarisbawahi bahwa era di mana negara bisa makmur hanya dengan menjual bahan mentah dari alam telah bergeser ke arah penguasaan teknologi dan kapabilitas manusia.
Menyoroti situasi kependudukan nasional, Dany mengingatkan bahwa melimpahnya jumlah penduduk usia produktif atau bonus demografi tidak secara otomatis menjelma menjadi keunggulan kompetitif bagi Indonesia. Fenomena demografis ini bagaikan pisau bermata dua yang memerlukan penanganan taktis. Jika Indonesia gagal melakukan penguatan kualitas SDM secara terencana dan berkelanjutan, potensi besar dari populasi muda tersebut justru berisiko berbalik menjadi beban sosial dan ekonomi yang dapat menghambat laju pembangunan nasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, perguruan tinggi seperti ITB memegang peranan penting dalam menggembleng mahasiswa agar siap menjadi motor penggerak pembangunan, bukan sekadar menjadi angka statistik dalam angkatan kerja.








