berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Bukan Pelemahan Ekspor, Mendag Jelaskan Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Sri NugrohoDiterbitkan 5 Agu 2026 - 23.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bukan Pelemahan Ekspor, Mendag Jelaskan Penyebab Defisit Neraca Perdagangan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kondisi defisit yang membayangi neraca perdagangan Indonesia belakangan ini bukan disebabkan oleh melemahnya kinerja ekspor nasional. Faktor utama yang memicu defisit tersebut adalah lonjakan harga minyak bumi di pasar global yang secara signifikan mendorong kenaikan nilai impor. Penjelasan ini meluruskan kekhawatiran publik mengenai daya saing komoditas ekspor Indonesia yang sebenarnya masih menunjukkan kinerja positif dan tumbuh secara konsisten sepanjang semester I-2026.

Berikut adalah penjelasan mengenai dinamika perdagangan luar negeri Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan data resmi dari pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Mengapa neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit pada periode belakangan ini?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Defisit yang terjadi pada neraca perdagangan Indonesia utamanya dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang mendongkrak nilai impor, bukan karena kinerja ekspor yang melemah. Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar US$450 juta pada Juni 2026. Defisit pada bulan tersebut sebagian besar disebabkan oleh sektor minyak dan gas bumi (migas) yang mengalami defisit hingga US$3,49 miliar. Komoditas utama yang menyumbang defisit migas ini adalah hasil minyak serta minyak mentah. Lonjakan harga minyak mentah global yang sempat menembus angka di atas US$110 per barel pada kurun Maret hingga April, dari yang sebelumnya berada di bawah US$100 per barel, berimbas langsung pada biaya impor. Akibatnya, rata-rata harga satuan impor per ton pada Juni mengalami kenaikan sekitar 14 persen jika dibandingkan dengan Maret.

Bagaimana kinerja ekspor Indonesia sepanjang semester I-2026?

Baca Juga

Gedung PT Optik Tunggal Sempurna di Cikini Terbakar, Diduga Akibat Percikan Api Pengelasan

Gedung PT Optik Tunggal Sempurna di Cikini Terbakar, Diduga Akibat Percikan Api Pengelasan

Meskipun dihadapkan pada tekanan harga energi global, aktivitas ekspor Indonesia sepanjang semester I-2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. Menurut penjelasan Budi Santoso, ekspor Indonesia selama periode Januari hingga Juni tumbuh sebesar 4,1 persen. Apabila dilihat dari perbandingan bulanan, kinerja ekspor nasional dari Mei ke Juni mencatatkan peningkatan sebesar 9,7 persen. Pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa permintaan pasar internasional terhadap produk-produk asal Indonesia masih berada dalam kondisi yang stabil.

Berapa total surplus perdagangan kumulatif yang berhasil dicatat oleh pemerintah?

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juni 2026 masih mencatatkan surplus. BPS mencatat surplus kumulatif pada periode tersebut mencapai US$3,58 miliar. Budi Santoso juga memaparkan bahwa surplus perdagangan Indonesia menyentuh angka US$3,5 miliar. Meskipun pada Mei neraca perdagangan sempat mengalami defisit sebesar US$1,6 miliar, kondisi tersebut membaik pada bulan berikutnya dengan nilai defisit yang menyusut menjadi US$450 juta pada Juni.

Sektor dan negara mana saja yang menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia?

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,45 Persen pada Semester I-2026

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,45 Persen pada Semester I-2026

Surplus perdagangan kumulatif selama semester I-2026 sangat ditopang oleh kinerja ekspor sektor nonmigas. Sektor ini berhasil membukukan surplus yang sangat besar, yaitu mencapai US$19,35 miliar. Surplus nonmigas tersebut mengompensasi defisit di sektor migas yang tercatat sebesar US$15,77 miliar. Di samping itu, Indonesia juga berhasil mempertahankan tren surplus perdagangan dengan beberapa negara mitra dagang utama. Secara kumulatif, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$8,55 miliar dengan Amerika Serikat, diikuti dengan surplus sebesar US$6,68 miliar dengan India, serta surplus sebesar US$4,24 miliar dengan Filipina.

Bagaimana hasil simulasi pemerintah terkait dampak harga minyak terhadap neraca perdagangan?

Untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga energi secara lebih detail, pemerintah melakukan simulasi perhitungan neraca perdagangan. Berdasarkan simulasi tersebut, apabila harga minyak dunia diasumsikan sama dengan tingkat harga pada Maret, dengan volume ekspor serta impor yang berjalan seperti saat ini, maka neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan tidak akan mengalami defisit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Indonesia justru akan mencatatkan surplus sebesar US$2,73 miliar. Simulasi ini memberikan bukti bahwa faktor utama yang menekan neraca perdagangan nasional saat ini merupakan dampak dari kenaikan harga komoditas minyak global yang meningkatkan nilai impor, bukan karena melemahnya ekspor.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PerdaganganBPSNeraca PerdaganganEkspor Impor

Berita Terbaru Lainnya

IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 Hadirkan Inovasi Medis dari Sembilan Negara di JIExpo KemayoranKebakaran di Ruko Central Cikini, 10 Orang Sempat Terjebak, 22 Unit Damkar DikerahkanTips Menjaga Kulit Tetap Segar Selama Perjalanan LiburanBea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas dari TiongkokGedung PT Optik Tunggal Sempurna di Cikini Terbakar, Diduga Akibat Percikan Api PengelasanPertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,45 Persen pada Semester I-2026Kementerian Keuangan Bersiap Ambil Alih 60 Persen Saham KCICMIND ID, Kualitas SDM Lebih Menentukan Daya Saing Negara Dibandingkan Kekayaan Alam

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap