Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kondisi defisit yang membayangi neraca perdagangan Indonesia belakangan ini bukan disebabkan oleh melemahnya kinerja ekspor nasional. Faktor utama yang memicu defisit tersebut adalah lonjakan harga minyak bumi di pasar global yang secara signifikan mendorong kenaikan nilai impor. Penjelasan ini meluruskan kekhawatiran publik mengenai daya saing komoditas ekspor Indonesia yang sebenarnya masih menunjukkan kinerja positif dan tumbuh secara konsisten sepanjang semester I-2026.
Berikut adalah penjelasan mengenai dinamika perdagangan luar negeri Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan data resmi dari pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Mengapa neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit pada periode belakangan ini?








