berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Alasan Investor Kripto Wait and See Saat Harga Bitcoin Bergerak Terbatas

Slamet PrabowoDiterbitkan 5 Agu 2026 - 22.26 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Investor Kripto Wait and See Saat Harga Bitcoin Bergerak Terbatas
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen menjadi sorotan utama pelaku pasar keuangan global. Kebijakan ini, ditambah dengan ketidakpastian seputar pembahasan regulasi CLARITY Act di Amerika Serikat, berdampak langsung pada pasar aset digital. Banyak investor memilih untuk bersikap hati-hati atau wait and see, yang kemudian membatasi pergerakan harga aset kripto utama seperti Bitcoin. Di tengah situasi pasar yang cenderung stagnan ini, para pelaku pasar lebih memilih untuk menahan transaksi mereka dan mengalihkan fokus pada aset-aset yang memiliki tingkat likuiditas tinggi.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
Bagaimana perkembangan harga Bitcoin di tengah situasi pasar saat ini?

Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap pada Rabu (5/8/2026), pergerakan harga Bitcoin terpantau sangat terbatas namun tetap menunjukkan sedikit apresiasi. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,99 persen. Jika diakumulasikan dalam sepekan, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen. Dengan pergerakan yang cenderung mendatar tersebut, harga Bitcoin terpantau bertahan di kisaran 64.000 dolar AS. Angka ini mencerminkan sikap kehati-hatian para pelaku pasar yang belum melihat adanya katalis kuat untuk mendorong harga ke tingkat yang lebih tinggi.

Mengapa regulasi di Amerika Serikat sangat memengaruhi psikologi investor global?

Baca Juga

MIND ID, Kualitas SDM Lebih Menentukan Daya Saing Negara Dibandingkan Kekayaan Alam

MIND ID, Kualitas SDM Lebih Menentukan Daya Saing Negara Dibandingkan Kekayaan Alam

Ketidakpastian regulasi menjadi salah satu faktor utama yang menghambat masuknya sentimen positif ke pasar kripto. Secara khusus, tertundanya pembahasan rancangan undang-undang CLARITY Act di Amerika Serikat membuat pelaku pasar enggan mengambil risiko besar. Sebuah kajian yang dirilis oleh JPMorgan mengonfirmasi bahwa penundaan regulasi ini membatasi ruang gerak sentimen positif di pasar aset digital. Investor global saat ini sangat membutuhkan kepastian hukum yang jelas sebelum kembali aktif melakukan transaksi dalam skala besar. Akibatnya, volume perdagangan global cenderung tertahan dan pelaku pasar lebih memilih mengamankan dana mereka.

Aset apa saja yang menjadi fokus transaksi investor di tengah ketidakpastian ini?

Di tengah kondisi pasar yang bergerak terbatas, konsentrasi perdagangan mengalami pergeseran ke arah aset-aset tertentu. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengungkapkan bahwa aktivitas perdagangan di platform internal mereka saat ini kembali terfokus pada beberapa aset utama yang dinilai memiliki likuiditas tinggi. Berdasarkan data internal Bittime, transaksi pengguna sangat didominasi oleh USDT, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Pilihan ini menunjukkan bahwa investor domestik lebih memprioritaskan aset dengan kapitalisasi besar dan stablecoin untuk meminimalkan risiko fluktuasi harga yang terlalu tajam selama masa konsolidasi pasar.

Bagaimana perkembangan regulasi dan pengawasan aset kripto di Indonesia?

Baca Juga

Standar Baru Jasa Servis Gawai Menggeser Dominasi Perang Harga

Standar Baru Jasa Servis Gawai Menggeser Dominasi Perang Harga

Di tingkat domestik, regulator terus berupaya membangun ekosistem perdagangan aset digital yang aman dan teratur. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyusun Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) untuk periode 2026–2031. Peta jalan ini dirancang sebagai panduan komprehensif untuk pengembangan industri aset digital nasional di masa depan. Beberapa poin penting yang diatur dalam dokumen tersebut meliputi tokenisasi aset, regulasi stablecoin, penguatan sistem keamanan siber, mekanisme transaksi over-the-counter (OTC), serta pengembangan Single Investor Identifier (SID) untuk para investor. Langkah regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri kripto tanah air.

Apa saja layanan investasi yang tersedia di Bittime dan adakah program khusus bagi pengguna baru?

Sebagai salah satu platform yang telah berizin dan berada di bawah pengawasan langsung OJK, Bittime menyediakan berbagai ekosistem investasi bagi para penggunanya. Layanan yang ditawarkan mencakup transaksi Spot, program Staking untuk memperoleh imbal hasil, perdagangan Futures, hingga akses ke instrumen global seperti Tokenized US Stocks. Untuk menarik minat pengguna baru di tengah fase wait and see ini, Bittime menyelenggarakan program promosi khusus yang berlangsung mulai tanggal 3 Agustus hingga 31 Agustus 2026. Melalui program ini, pengguna baru yang berhasil menyelesaikan proses verifikasi identitas (KYC), mendaftarkan diri pada program promosi, serta memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, berpeluang mendapatkan bonus Bitcoin dengan nilai mencapai Rp1,5 juta yang disesuaikan berdasarkan volume transaksi pertama mereka.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKBitcoinAset KriptoBittimeregulasi kripto

Berita Terbaru Lainnya

MIND ID, Kualitas SDM Lebih Menentukan Daya Saing Negara Dibandingkan Kekayaan AlamStandar Baru Jasa Servis Gawai Menggeser Dominasi Perang HargaSikap Tegas Indonesia Menentang Serangan Israel yang Menghambat Perdamaian GazaDewa United Banten FC Resmi Gaet Winger Brasil Carlos Lury untuk Super League 2026-2027Mooncake Hotel Ciputra Jakarta Hadirkan Varian Autentik untuk Mid-Autumn Festival 2026Sikap Kementerian Kesehatan Terhadap Kasus Dokter Cibir Pasien BPJS Kesehatan di Media SosialKPK Sita Mobil Hitam Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat OTT di JakartaPertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,52 Persen, Lampaui Angka Nasional

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi · 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga · 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi · 1 Agu 2026
  4. 4Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional · 4 Agu 2026
  5. 5Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional · 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap