JAKARTA — Di Istana Negara, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Usai prosesi pelantikan tersebut, Suahasil langsung menegaskan arah kebijakan fiskal pemerintah dengan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dikelola secara disiplin di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Komitmen menjaga batas defisit anggaran ini menjadi langkah awal Suahasil dalam memimpin Kementerian Keuangan. Ia menyampaikan bahwa stabilitas dan disiplin fiskal merupakan landasan utama agar perekonomian nasional tetap terjaga di tengah dinamika pembangunan.
Arahan Presiden untuk Keuangan Negara
Dalam keterangannya seusai pelantikan, Suahasil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus terkait pengelolaan kas negara. Kepala Negara meminta agar pengelolaan APBN tidak hanya diarahkan untuk menopang berbagai agenda pembangunan, tetapi juga harus tetap memprioritaskan ketahanan fiskal jangka panjang.
Penyaluran KUR Tembus Rp 219,62 Triliun, Diterima 3,41 Juta Debitur

Menurut Suahasil, dirinya diberi tugas untuk memastikan APBN mampu merealisasikan program-program prioritas pemerintah sembari mempertahankan postur keuangan negara yang sehat dan kredibel.
Melanjutkan Estafet Kepemimpinan Kemenkeu
Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan, Suahasil Nazara bertugas sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dalam jabatan barunya ini, ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang memimpin Kementerian Keuangan selama satu tahun ke belakang. Sebelum Purbaya, posisi bendahara negara tersebut diemban oleh Sri Mulyani Indrawati.
Pertamina Serahkan 16 Korban Kapal Virgo ke Basarnas

Berbekal pengalamannya di internal kementerian, Suahasil menyatakan siap melanjutkan agenda kerja yang sedang berjalan dan mengoptimalkan seluruh jajaran birokrasi di bawahnya.
Untuk menjalankan target-target ekonomi dan fiskal tersebut, Suahasil mengandalkan kekuatan aparatur di lingkungan kementerian. Ia menekankan bahwa Kementerian Keuangan didukung oleh 77.000 pegawai yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia, yang seluruhnya diarahkan untuk menumbuhkan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.






