Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang diselenggarakan pada tahun 2026 menjadi bukti nyata bagaimana sebuah daerah dapat mempromosikan potensinya secara maksimal. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam meraih penghargaan sebagai paviliun terbaik I pilihan penyelenggara menunjukkan pentingnya persiapan yang matang dalam mengikuti ajang pameran berskala besar. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, kepada Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo. Penyerahan penghargaan ini dilakukan pada malam penutupan acara yang berlangsung di Medan pada hari Minggu. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang ini dapat menjadi rujukan praktis bagi daerah lain yang ingin mengoptimalkan keikutsertaan mereka dalam ajang pameran serupa di masa mendatang.
Langkah pertama untuk mencapai kesuksesan dalam pameran pembangunan adalah memahami esensi dari kegiatan itu sendiri sebagai ruang interaksi. Menurut Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, Pekan Raya Sumut merupakan ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan berbagai pihak. Untuk menyusun program pameran yang sukses, pemerintah daerah harus mampu menyatukan unsur pemerintah, dunia usaha, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan utama untuk mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh. Dengan demikian, paviliun yang dibangun tidak sekadar menjadi sarana tontonan fisik semata, melainkan menjelma menjadi wadah interaksi ekonomi dan sosial yang sangat aktif dan produktif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebuah paviliun yang unggul harus mampu memberikan nilai manfaat secara langsung bagi para pengunjung yang hadir. Dalam penyelenggaraan Pekan Raya Sumut 2026, pameran tidak hanya menampilkan keindahan fisik paviliun, tetapi juga didorong untuk menyediakan berbagai layanan publik yang mempermudah urusan masyarakat sehari-hari. Selain menghadirkan layanan publik, promosi investasi juga harus dikemas secara terarah agar dapat menarik minat para pelaku usaha maupun mitra strategis. Pemerintah daerah harus menyiapkan informasi peluang investasi yang jelas, data pendukung yang akurat, serta memberikan kemudahan akses bagi calon investor yang berkunjung ke area paviliun selama pameran berlangsung.
Ara Pesan 2,5 Juta Genteng UMKM, Program Gentengisasi Dimulai Oktober

Melibatkan pelaku UMKM dan menampilkan pertunjukan seni budaya secara konsisten merupakan kunci penting untuk menarik perhatian massa. Ajang Pekan Raya Sumut 2026 membuktikan bahwa kehadiran stan pelaku UMKM, ditambah dengan paviliun negara sahabat, mampu meningkatkan daya tarik pameran secara signifikan di mata publik. Pengelola paviliun daerah harus mengkurasi produk-produk UMKM lokal unggulan agar layak dipamerkan di tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, beragam pertunjukan seni budaya tradisional juga perlu dijadwalkan secara rutin guna menciptakan atmosfer yang meriah sekaligus edukatif bagi para pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat identitas budaya dari daerah yang bersangkutan.
Menjaga konsistensi dan kualitas layanan operasional sepanjang pelaksanaan pameran adalah hal yang sangat krusial, terutama untuk acara berdurasi panjang. Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pekan Raya Sumut berlangsung selama 31 hari. Dengan durasi lebih dari sebulan tersebut, pengelolaan paviliun harus dilakukan secara profesional dari hari pertama pembukaan hingga hari terakhir penutupan. Selama kurun waktu 31 hari penyelenggaraan tersebut, ajang pameran ini berhasil mencatat total 161.309 pengunjung. Pengelola paviliun daerah harus memastikan kesiapan personel penjaga stan, kebersihan area, dan ketersediaan brosur informasi setiap harinya guna menyambut arus pengunjung yang sangat besar ini tanpa menurunkan kualitas pelayanan.
Dari Ponsel untuk UMKM, Telkomsel Enterprise Dorong Pemasaran Terukur

Tujuan akhir dari partisipasi aktif dalam pameran pembangunan adalah menciptakan dampak ekonomi yang nyata dan terukur bagi daerah. Perputaran transaksi ekonomi yang tercatat selama perhelatan Pekan Raya Sumut 2026 mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar Rp50,71 miliar. Untuk mereplikasi tingkat kesuksesan transaksi ini, setiap daerah harus memfasilitasi kemudahan transaksi di dalam paviliunnya masing-masing, baik melalui penyediaan metode pembayaran yang modern maupun strategi promosi produk yang tepat sasaran. Dengan mendorong perputaran transaksi ekonomi yang tinggi, keikutsertaan suatu daerah dalam pameran tidak hanya berpotensi menghasilkan penghargaan prestisius seperti yang diraih oleh Kabupaten Deli Serdang, tetapi juga memberikan dampak peningkatan kesejahteraan yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas serta para pelaku usaha lokal.






