Sempat tertekan pada awal sesi perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung berbalik arah ke zona hijau pada Rabu (16/9/2026). Hingga pukul 09.32 WIB, indeks acuan bursa domestik ini melesat 1,02% atau naik 65,66 poin ke level 6.526,81 dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.461,15.
IHSG mengawali perdagangan di level 6.453,91 dan sempat turun ke titik terendah harian pada 6.445,24. Namun, aksi beli yang masif segera mengangkat indeks hingga menyentuh level tertinggi di 6.526,81. Secara keseluruhan pasar, tercatat 30 saham menguat, 192 saham melemah, dan 401 saham bergerak mendatar.
Laju penguatan IHSG ditopang penuh oleh reli sektor energi yang melonjak 5,49%. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi katalis utama setelah melesat 19,85% ke level Rp12.225 per saham hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA).
8 Jurus DSI Deteksi Kebocoran Ekspor Komoditas Strategis

Selain energi, penguatan turut didorong sektor barang baku yang naik 1,12%, industri 0,55%, barang konsumen siklikal 0,36%, non-siklikal 0,34%, dan keuangan 0,04%. Di sisi lain, sektor properti terkoreksi 3,13% dan infrastruktur melemah 0,83%.
Sentimen lonjakan saham energi domestik mengekor kenaikan tajam komoditas minyak mentah global. Minyak Brent tercatat ditutup menguat hampir 3% ke US$108,75 per barel, sedangkan WTI melonjak lebih dari 4% menuju US$105,83 per barel. Kekhawatiran pasokan global meningkat akibat ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak Arab Saudi.
Harga Minyak Makin Panas, Kini Tembus US$ 108 per Barel

Pembalikan arah IHSG berlangsung di tengah volatilitas pasar obligasi global dan penantian kebijakan suku bunga The Fed. Yield US Treasury 10 tahun sempat menembus 5,041%—level tertinggi sejak 2007—sebelum ditutup di level 4,966%. Pelaku pasar saat ini memantau pengumuman Federal Reserve pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB, dengan CME FedWatch memproyeksikan peluang 92,4% kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%.






