Bagaimana membaca data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait laju Produk Domestik Bruto (PDB) serta indikator perdagangan luar negeri Indonesia? Informasi berkala dari BPS menjadi rujukan utama bagi pelaku usaha, pengambil kebijakan, dan masyarakat luas untuk mengukur stabilitas pasar domestik serta kinerja ekspor-impor nasional.
Berikut ringkasan angka resmi BPS yang memetakan pertumbuhan ekonomi nasional, jadwal publikasi neraca perdagangan, hingga rincian kontribusi per wilayah di Indonesia.
Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Nilai PDB
Berdasarkan data BPS, perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026. Laju ini ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha.
Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebagai berikut:
- PDB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, naik dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) berada pada angka Rp6.552,1 triliun.
Sebagai perbandingan kinerja tahunan sebelumnya, ekonomi Indonesia secara kumulatif sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen. Pada triwulan IV 2025 saja, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,39 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.
Panduan Kebijakan Tarif Tenaga Listrik Nonsubsidi Kementerian ESDM dan PLN Triwulan III 2026

Jadwal Rutin dan Indikator Neraca Perdagangan BPS
Untuk memantau transaksi ekspor dan impor, BPS menjalankan agenda publikasi rutin. Data kinerja perdagangan luar negeri dan neraca perdagangan Indonesia umumnya dirilis secara berkala pada tanggal 15 setiap bulannya.
Data historis BPS mencatat dinamika ekspor bulanan yang fluktuatif. Pada Februari 2024, ekspor Indonesia sempat mengalami penurunan sebesar 5,79 persen secara bulanan (month to month/mtm) dengan nilai USD 19,31 miliar.
Di samping data volume dan nilai perdagangan, tantangan struktural perdagangan internasional Indonesia juga tercermin dalam laporan eksternal. Laporan Trade Barrier Index (TBI) tahun 2025 menempatkan Indonesia pada posisi terbawah, yakni peringkat terakhir dari 122 negara yang dievaluasi dalam hal hambatan perdagangan.
Peta Pertumbuhan Ekonomi dan Kontribusi PDB Antarwilayah
Kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan variasi spasial yang signifikan di berbagai pulau. Pada tahun 2025, wilayah Sulawesi memimpin laju ekspansi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yaitu 6,23 persen.
Penetapan Suku Bunga Acuan BI-Rate oleh Bank Indonesia, Mekanisme dan Dampaknya

Secara rinci, capaian pertumbuhan ekonomi wilayah sepanjang tahun 2025 meliputi:
- Sulawesi: tumbuh 6,23 persen (di atas rata-rata nasional)
- Jawa: tumbuh 5,30 persen (di atas rata-rata nasional)
- Bali dan Nusa Tenggara: tumbuh 4,87 persen
- Sumatera: tumbuh 4,81 persen
- Kalimantan: tumbuh 4,79 persen
- Maluku dan Papua: masing-masing tumbuh 1,44 persen
Di wilayah Sumatera, Provinsi Sumatera Utara menjadi motor penggerak utama dengan andil pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 1,05 persen.
Kendati Sulawesi mencatat laju pertumbuhan tertinggi, struktur distribusi PDB nasional masih terkonsentrasi di bagian barat Indonesia. Berikut rincian porsi kontribusi tiap wilayah terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2025:
- Pulau Jawa: menyumbang 56,93 persen terhadap PDB nasional
- Pulau Sumatera: berkontribusi 22,22 persen
- Pulau Kalimantan: berkontribusi 8,12 persen
- Pulau Sulawesi: menyumbang 7,22 persen
- Bali dan Nusa Tenggara: memberikan kontribusi 2,82 persen
- Maluku dan Papua: berkontribusi sebesar 2,69 persen






