Proses penyusunan skripsi hingga tahap ujian akhir merupakan fase krusial yang sering kali menghadirkan berbagai tekanan bagi kalangan mahasiswa tingkat akhir. Sebuah insiden yang menimpa Jessica Sofia Tunardjo, seorang mahasiswi semester sepuluh di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi contoh nyata betapa beratnya beban mental yang dapat muncul akibat kendala administratif di kampus. Jessica diduga mengalami depresi hingga menangis histeris dan tergeletak di lantai. Peristiwa memilukan tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi tiga puluh satu detik yang kemudian menjadi viral di media sosial. Pemicu utama dari kejadian ini adalah adanya permintaan mendadak untuk mengganti dosen penguji sesaat sebelum ujian hasil skripsi berlangsung. Berkaca dari peristiwa tersebut, terdapat sejumlah langkah strategis yang dapat diterapkan oleh mahasiswa ketika menghadapi hambatan akademik serupa agar kesehatan mental tetap terjaga dan proses kelulusan tidak terhambat.








