Kapal induk Giuseppe Garibaldi dipastikan langsung mengemban misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) begitu tiba di Indonesia. Pengerahan kapal ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa kapal buatan Italia tersebut difungsikan sebagai pangkalan operasional bergerak untuk helikopter dan drone. Fasilitas ini disiapkan agar tim penanganan dapat segera merapat mendekati titik api dan mempercepat pemadaman.
Waka DPR Soroti Gadis 15 Tahun Pengungsi Gempa NTT Diperkosa, Harus Diantisipasi

Sebelum beroperasi penuh, kapal induk tersebut dimodifikasi dan diremajakan (refurbish) guna menunjang kapasitas angkut armada udara. Kapal ini dirancang mampu menampung hingga 10 unit helikopter kelas menengah, seperti tipe Black Hawk dan Mi-17, yang masing-masing sanggup mengangkut rata-rata 4 hingga 5 ton air.
Presiden Prabowo sebelumnya memaparkan rencana pemanfaatan aset pertahanan ini saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana lewat konferensi video di Jakarta pada Senin (7/9). Pemerintah memproyeksikan kapal induk ini sebagai tulang punggung mitigasi darurat untuk mempersempit dampak kebakaran hutan di berbagai wilayah perairan nusantara.
WALHI, Kebakaran TPA yang Berulang Jadi Bukti Buruknya Tata Kelola Sampah

Saat ini, posisi kapal Giuseppe Garibaldi terpantau sudah melintasi Laut Arab. Jika pelayaran berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun cuaca, kapal tersebut dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 17 September 2026.






