Emiten sektor layanan dan distribusi kesehatan, PT Medela Potentia Tbk (MDLA), mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid. Perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 12,6 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp226 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan perseroan. Direktur Utama MDLA, Juliwaty, menyampaikan bahwa kinerja keuangan ini ditopang oleh perolehan penjualan yang menyentuh angka Rp8,2 triliun, atau mengalami kenaikan 10,1 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perluasan Portofolio dan Pasar Alat Kesehatan
Kinerja operasional MDLA terdongkrak oleh kontribusi sejumlah entitas anak usaha. Di lini distribusi, PT Anugrah Argon Medica (AAM) berhasil memperluas jangkauan kerja sama bisnis dengan menambah lima prinsipal baru. Portofolio tambahan ini mencakup satu prinsipal ethical, tiga prinsipal untuk produk consumer health, serta satu prinsipal alat kesehatan.
Rukun Raharja Rampungkan Akuisisi 5 Persen Saham PT Layar Nusantara Gas

Di samping penambahan prinsipal distribusi, lini produk alat kesehatan mandiri (own product) MDLA turut mencatatkan tren positif. Penjualan produk Stardec yang dipasarkan melalui anak usaha PT Djembatan Dua melonjak hingga 34 persen. Produk alat kesehatan ini sebelumnya telah menembus pasar ekspor di Kamboja dan Timor-Leste pada 2025, dengan agenda kelanjutan ekspor yang dijadwalkan kembali bergulir pada 2026.
Ekspansi Infrastruktur Logistik dan Distribusi
Untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis kesehatan, perseroan terus memperkuat rantai pasok dan infrastruktur logistik. Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan gudang logistik AAM di Medan, yang progres fisiknya telah mencapai 95 persen. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2026 guna memperkuat kapabilitas distribusi MDLA di wilayah Sumatera.
Purbaya Ungkap Uang Berlebih Pemda di Bank Tiap Tahun Capai Rp 100 Triliun

Dalam jangka menengah, MDLA juga merancang pengembangan infrastruktur lanjutan berupa pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 yang dijadwalkan mulai terealisasi pada 2027. Fasilitas logistik terpadu ini akan difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan rantai pendingin (cold storage) dan direncanakan menempati area seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka 2.






