Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di wilayah Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan. Kobaran api dilaporkan menyebar dengan cepat dan mengancam vegetasi kawasan konservasi tersebut akibat hembusan angin kencang serta kondisi medan yang ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana menjelaskan bahwa api meluas dengan cepat di area hutan Pasawahan. Tiupan angin kencang yang kerap berubah arah, ditambah mengeringnya semak dan tumbuhan akibat musim kemarau, memicu kobaran api merambat ke area yang lebih luas.
Upaya penanganan di lapangan menemui tantangan berat karena medan perbukitan dipenuhi bebatuan tajam dan lereng yang terjal. Kondisi geografis tersebut menyulitkan personel gabungan untuk mendekati langsung beberapa titik api di pedalaman hutan.
Kapal Induk Garibaldi akan Langsung Debut Tangani Kebakaran Hutan

Selain akses yang berbahaya, tim pemadam menghadapi kendala ketiadaan pasokan air di sekitar lokasi kejadian. Alat pemadam modern seperti jet shooter dengan kapasitas 20 hingga 30 liter air tidak dapat bekerja maksimal karena sulitnya titik pengisian ulang di atas perbukitan berbatu. Petugas dan relawan terpaksa memanfaatkan peralatan manual, termasuk ranting pepohonan basah, untuk memutus laju rembetan api.
Berdasarkan keterangan Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Asep, titik api mulanya terpantau pada Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Warga yang beraktivitas di lahan pertanian dekat hutan melaporkan kepulan asap tebal yang membubung dari arah Blok Cileutik dan Blok Cimaung.
Mobil Damkar Terguling Saat Menuju Lokasi Kebakaran, 1 Petugas Tewas

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel MPA bersama relawan dan aparat terkait diterjunkan ke lokasi untuk membangun sekat bakar. Langkah penyekatan dilakukan guna mengisolasi api agar tidak menjalar ke zona hutan lainnya.
Hingga Selasa (8/9), tim gabungan masih bersiaga penuh dan terus menyisir sisa-sisa bara api secara manual guna mengantisipasi potensi kebakaran susulan.






