Bagaimana langkah konkret sebuah daerah di Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional atas warisan budayanya? Pertanyaan ini kini sedang dijawab oleh Pemerintah Kota Padang yang tengah berjuang di kancah nasional. Melalui proses kurasi yang ketat, Kota Padang melaju ke tahap II seleksi nasional kota kreatif UCCN 2027. Pencapaian ini membawa harapan baru bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif lokal agar dapat diakui secara global oleh UNESCO.
Rangkaian penilaian ini dijalankan secara profesional oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf). Penetapan kelulusan Kota Padang pada tahap pertama dilakukan setelah melalui proses evaluasi berkas aplikasi atau dossier yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 11 Agustus 2026. Setelah evaluasi dokumen selesai, Panselnas menggelar rapat pleno pada tanggal 12 Agustus 2026 untuk menentukan daerah mana saja yang layak melanjutkan perjuangan.
Dari hasil rapat pleno tersebut, Kota Padang sukses menempatkan diri dalam daftar enam besar nominasi nasional untuk UCCN 2027. Di dalam kompetisi ini, Kota Padang mengajukan diri dan bersaing pada kategori Gastronomi. Kota Padang tidak berjuang sendirian di kategori ini, melainkan harus bersaing dengan dua kota lain yang juga memiliki potensi kuliner kuat, yaitu Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang. Ketiga kota ini akan memperebutkan simpati tim penilai melalui keunggulan cita rasa dan ekosistem kuliner masing-masing.
Proyek Pedestrian Bawah Tanah MRT Bundaran HI Senilai Rp 200 Miliar

Selain persaingan di bidang gastronomi, seleksi nasional ini juga menjaring daerah berprestasi di kategori kreatif lainnya. Kabupaten Bantul tercatat masuk sebagai nominasi dalam kategori Crafts and Folk Arts atau Kriya dan Seni Rakyat. Di sisi lain, Kabupaten Sleman bersaing untuk kategori Film, sedangkan Kota Yogyakarta menjadi nominator pada kategori Media Arts. Keberadaan berbagai kategori ini mencerminkan betapa luasnya spektrum industri kreatif yang sedang berkembang di berbagai penjuru tanah air.
Ujian berikutnya bagi Kota Padang akan dilaksanakan pada seleksi tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu, 2 September 2026. Dalam tahapan yang sangat menentukan ini, Wali Kota Padang Fadly Amran dijadwalkan untuk memaparkan langsung dokumen dossier UCCN 2027. Waktu yang diberikan oleh Panselnas sangat terbatas, yaitu hanya 10 menit. Dalam durasi singkat tersebut, pemaparan harus mampu meyakinkan tim penguji mengenai kesiapan program, keberlanjutan industri, dan komitmen kota dalam mengembangkan sektor gastronomi.
Pengembangan 24 Area Komersial di Jalur Bawah Tanah Stasiun Bundaran HI

Pengumuman hasil akhir dari seleksi nasional ini direncanakan pada tanggal 1 Oktober 2026. Pada akhirnya, Panselnas hanya akan memilih dua kota atau kabupaten dari dua kategori yang berbeda untuk menjadi delegasi resmi Indonesia yang diusulkan ke tingkat UNESCO. Dengan demikian, persaingan tidak hanya terjadi antar-kota dalam satu kategori, tetapi juga menuntut keunikan program dibanding kategori kreatif lainnya agar bisa terpilih menjadi perwakilan resmi negara di tingkat dunia.






