Bank Indonesia secara resmi telah meluncurkan sebuah skema transaksi baru yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan bagi aset rupiah milik para investor global. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dari bank sentral untuk meminimalkan dampak negatif dari gejolak nilai tukar atau kurs yang kerap terjadi di pasar keuangan global. Melalui fasilitas transaksi pasar valuta asing untuk kebutuhan lindung nilai ini, para pelaku pasar asing diharapkan dapat lebih aman dan nyaman dalam mengelola investasi mereka di Indonesia. Kebijakan ini sekaligus menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah dari berbagai risiko eksternal yang dinamis.
Skema perlindungan investasi terbaru ini dinamakan Vastra. Kehadiran Vastra sebagai fasilitas transaksi pasar valuta asing untuk lindung nilai ini telah memiliki landasan hukum yang kuat di tanah air. Ketentuan mengenai fasilitas tersebut secara resmi diatur dan ditetapkan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026 tentang Transaksi Pasar Valuta Asing untuk Lindung Nilai melalui Bank Mitra. Regulasi penting ini dinyatakan telah berlaku secara efektif sejak tanggal 23 Juli 2026, sehingga para pelaku pasar dan perbankan mitra sudah dapat mengimplementasikan skema tersebut dalam aktivitas transaksi mereka.
Perbankan Indonesia Kini Dapat Memfasilitasi Penyelesaian Transaksi Renminbi China

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, menjelaskan secara rinci mengenai latar belakang dan tujuan dari peluncuran skema baru ini. Menurut beliau, Vastra dirancang secara khusus untuk mempermudah para investor global dalam melakukan transaksi lindung nilai atau hedging. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai hambatan yang selama ini dirasakan oleh para penanam modal asing ketika ingin melindungi nilai aset rupiah mereka di pasar keuangan domestik. Dengan kemudahan ini, daya tarik pasar keuangan Indonesia bagi investor global diharapkan dapat terus terjaga dengan baik.
Pengajuan Destry Damayanti dan Aida S Budiman Sebagai Calon Pimpinan Bank Indonesia

Lebih lanjut, Thomas A.M. Djiwandono memaparkan bahwa salah satu keunggulan utama dari skema Vastra adalah kemampuannya untuk mengatasi kendala operasional yang sering dihadapi investor global. Melalui skema ini, para investor global dapat melakukan transaksi lindung nilai tanpa harus berhadapan langsung dengan kendala akses pasar domestik yang mungkin sebelumnya dirasa rumit. Selain masalah aksesibilitas pasar, skema ini juga dirancang untuk mengatasi kendala perbedaan zona waktu antara Indonesia dan negara asal investor, sehingga proses transaksi valuta asing untuk lindung nilai melalui bank mitra dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien.






