Bagaimana cara pelaku usaha di Indonesia memangkas ketergantungan pada dolar AS saat bertransaksi dengan mitra dagang dari China? Jawabannya kini terletak pada kesiapan perbankan domestik dalam memfasilitasi transaksi mata uang renminbi secara langsung. Melalui skema baru, perbankan di Indonesia yang ditunjuk untuk melaksanakan transaksi mata uang atau Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) kini sudah bisa memberikan pelayanan penyelesaian transaksi renminbi China.
Layanan penyelesaian transaksi ini resmi berjalan setelah Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 24 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 14 Agustus 2026. Melalui aturan ini, ditetapkan mekanisme pemberian rekomendasi bagi bank ACCD di Indonesia untuk bertindak sebagai Renminbi Clearing Bank. Kehadiran bank kliring ini berfungsi penting dalam memfasilitasi transaksi langsung antara renminbi atau yuan China dengan rupiah, tanpa perlu melalui konversi mata uang perantara seperti dolar AS.
BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

Langkah strategis ini diambil dengan mempertimbangkan tingginya permintaan renminbi di pasar domestik. Berdasarkan proyeksi internal Bank Indonesia, kebutuhan tahunan terhadap mata uang renminbi di dalam negeri diperkirakan mencapai US$ 40 miliar, atau setara dengan Rp 713,34 triliun. Tingginya permintaan ini bukan sekadar proyeksi di atas kertas, sebab hingga bulan Juli, realisasi permintaan aktual renminbi di pasar domestik sudah menyentuh angka US$ 38,9 miliar.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa kebijakan ini ditempuh untuk memperdalam pasar uang dan pasar valas (PUVA) di Indonesia. Di samping itu, kebijakan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas nilai rupiah dengan mengurangi tekanan ketergantungan pada mata uang global utama. Fungsi utama dari Clearing Bank ini nantinya adalah memastikan kesediaan likuiditas renminbi di pasar domestik serta mendorong perluasan transaksi langsung rupiah-renminbi.
BRI Raih Rekor MURI Melalui Pameran KKB Serentak di 131 Lokasi

Terkait pelaksanaannya, bank ACCD di Indonesia akan ditunjuk langsung oleh Bank Sentral China (PBOC). Sejauh ini, PBOC telah memastikan bahwa Bank of China akan bertindak sebagai bank kliring pertama yang beroperasi di tanah air. Guna memperkuat ekosistem ini, Bank Indonesia juga tengah mendorong salah satu bank nasional, khususnya dari kelompok Bank Himbara, yang saat ini sedang dalam proses administrasi untuk menjadi bank kliring berikutnya. BI menargetkan untuk menghadirkan dua bank kliring di Indonesia, dengan target operasional paling lambat pada kuartal keempat tahun 2026.






