Bagaimana rencana pembangunan jalur pedestrian bawah tanah di kawasan Bundaran HI akan mengubah mobilitas pejalan kaki di Jakarta? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan warga ibu kota seiring dengan bergulirnya kabar proyek infrastruktur baru di pusat kota. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu titik tersibuk yang mempertemukan berbagai moda transportasi dan arus pejalan kaki yang padat. Kehadiran fasilitas bawah tanah ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk mempermudah pergerakan masyarakat tanpa harus terganggu oleh lalu lintas kendaraan di permukaan jalan.
Langkah konkret ini diwujudkan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) yang kini tengah membangun ruang multifungsi atau extended concourse di Stasiun MRT Bundaran HI. Pembangunan ruang tambahan ini dirancang untuk memperluas area stasiun yang sudah ada, sekaligus menciptakan konektivitas bawah tanah yang lebih terintegrasi. Konsep ruang multifungsi ini tidak hanya ditujukan untuk memfasilitasi pengguna jasa kereta bawah tanah, tetapi juga untuk menyediakan akses berjalan kaki yang aman, nyaman, dan terhindar dari cuaca ekstrem bagi masyarakat umum yang melintasi kawasan tersebut.
Pengembangan 24 Area Komersial di Jalur Bawah Tanah Stasiun Bundaran HI

Pembangunan pedestrian bawah tanah ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 200 miliar. Nilai investasi yang cukup besar ini mencerminkan kompleksitas pengerjaan konstruksi di bawah tanah kawasan padat Jakarta. Alokasi dana tersebut digunakan untuk memastikan struktur bangunan memenuhi standar keamanan tinggi, tahan terhadap potensi rembesan air, serta memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang memadai bagi kenyamanan para pejalan kaki. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dengan memperkuat infrastruktur pendukung transportasi publik.
Sebagai sebuah proyek berskala besar, terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan kejelasan lebih lanjut. Hingga saat ini, informasi mendetail mengenai target tanggal peresmian, pembagian zona komersial di dalam area pedestrian, serta skema integrasi fisik dengan gedung-gedung swasta di sekitar Bundaran HI masih bersifat dinamis. PT MRT Jakarta (Perseroda) belum merilis dokumen teknis lengkap terkait jadwal penyelesaian akhir dari proyek ruang multifungsi ini. Keterbatasan informasi ini menuntut masyarakat dan calon pengguna untuk bersabar menunggu pembaruan data berkala yang dirilis oleh pihak berwenang.
Kepala BGN Sebut Siswa SMAN 1 Berastagi Trauma Usai Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Secara keseluruhan, keberadaan pedestrian bawah tanah di Bundaran HI akan membawa dampak positif yang signifikan bagi tata kota Jakarta. Dengan memindahkan sebagian arus pejalan kaki ke bawah tanah, potensi kemacetan di persimpangan jalan utama dapat diminimalisasi secara bertahap. Selain itu, proyek ini memberikan alternatif ruang publik baru yang modern dan inklusif. Bagi Anda yang sering beraktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin, proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini layak untuk terus diikuti perkembangannya karena akan menjadi standar baru bagi kenyamanan berjalan kaki di Jakarta.






