PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini sedang bersiap untuk mengoptimalkan fasilitas bagi para pengguna jasa transportasi publik di ibu kota dengan menyiapkan 24 area multifungsi. Area-area multifungsi tersebut akan ditempatkan langsung di jalur pejalan kaki bawah tanah atau yang biasa disebut dengan istilah extended concourse di Stasiun Bundaran HI. Langkah penyediaan fasilitas baru ini ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang publik bawah tanah agar lebih fungsional, sehingga jalur pedestrian bawah tanah tersebut tidak hanya berguna sebagai tempat perlintasan pejalan kaki semata melainkan juga dapat memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa MRT Jakarta. Penyediaan ruang multifungsi ini mencakup area yang cukup luas, yakni mencapai sekitar 4.439 meter persegi, yang dirancang khusus untuk mendukung berbagai kegiatan produktif.
Ruang seluas sekitar 4.439 meter persegi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai sektor, mulai dari ritel, makanan dan minuman (F&B), gaya hidup, layanan, hingga kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Ferdiansyah Roestam, menjelaskan bahwa penyediaan ruang komersial tersebut merupakan langkah penting dalam mengintegrasikan fungsi transportasi dengan kebutuhan gaya hidup kaum urban. Melalui kehadiran area komersial ini, para pengguna jasa transportasi publik diharapkan dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan harian mereka, seperti membeli makanan atau menggunakan layanan jasa lainnya, langsung di dalam area stasiun tanpa harus keluar dari area bawah tanah.
Kepala BGN Sebut Siswa SMAN 1 Berastagi Trauma Usai Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Pengembangan area komersial baru ini juga sangat relevan dengan volume pergerakan pengguna jasa di stasiun tersebut. Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk kebutuhan proyek tersebut, saat ini satu stasiun tersebut melayani sekitar 11.000 penumpang. Namun, jumlah tersebut tidak akan berhenti di situ, melainkan diproyeksikan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah penumpang diproyeksikan bertambah lebih dari 6.000 orang di masa mendatang. Dengan adanya proyeksi pertumbuhan jumlah pengguna jasa tersebut, area baru di extended concourse Stasiun Bundaran HI ini disiapkan untuk menangani sirkulasi hingga sekitar 17.000 orang per hari.
Terkait dengan strategi pengelolaan area ini, Department Head Commercial PT MRT Jakarta (Perseroda), Ricky Agung Kresna Putra, memberikan penjelasan mengenai arah pengembangan komersial ke depan. Menurut Ricky Agung Kresna Putra, sisi komersial dari area baru tersebut nantinya akan lebih dahulu diarahkan pada sektor ritel. Langkah awal ini diambil untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar para pejalan kaki dan pengguna jasa dapat terpenuhi dengan baik. Selain fokus pada sektor ritel, area multifungsi ini juga menawarkan berbagai peluang komersial lain yang sangat menarik bagi para pelaku usaha, seperti peluang untuk melakukan co-branding, penayangan iklan (advertising), hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan aktivasi (activation activities) di dalam ruang publik bawah tanah tersebut.
Bukan Sultan, Ini Arti Sebenarnya Desil 9 dan 10

Tidak hanya membuka kesempatan bagi korporasi atau merek besar, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ekonomi lokal. MRT Jakarta membuka peluang lebar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat masuk dan memasarkan produk mereka di kawasan komersial bawah tanah Stasiun Bundaran HI tersebut. Dengan adanya ruang bagi UMKM, diharapkan area multifungsi ini tidak hanya menjadi pusat bisnis modern tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi antara transportasi publik, sektor ritel, dan keterlibatan pelaku UMKM, jalur bawah tanah Stasiun Bundaran HI diharapkan dapat menjelma menjadi ruang publik yang hidup, efisien, dan memberikan manfaat luas bagi seluruh warga DKI Jakarta dan sekitarnya.






