Di tengah masyarakat, istilah desil sering kali menjadi bahan perbincangan yang hangat, khususnya ketika membahas mengenai Desil 9 dan Desil 10. Banyak anggapan yang beredar bahwa rumah tangga yang masuk ke dalam kategori Desil 9 dan Desil 10 merupakan kelompok masyarakat yang sangat kaya atau sering disebut sebagai "sultan". Namun, anggapan ini sebenarnya tidak tepat jika ditinjau dari sudut pandang statistik. Secara statistik, desil bukanlah sebuah label kelas kekayaan yang menunjukkan tingkat kemakmuran mutlak seseorang atau suatu keluarga. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan pemahaman ini agar masyarakat tidak salah kaprah dalam mengartikan status kesejahteraan tersebut.
Untuk memahami konsep ini secara lebih mendalam, kita perlu mengetahui definisi sebenarnya dari desil itu sendiri. Secara statistik, desil merepresentasikan posisi relatif dari suatu rumah tangga di dalam sepuluh kelompok kesejahteraan yang ada. Pengelompokan ini membagi populasi rumah tangga ke dalam sepuluh bagian yang sama besar untuk melihat di mana posisi satu rumah tangga dibandingkan dengan rumah tangga lainnya. Dengan demikian, desil hanya menunjukkan posisi relatif rumah tangga dalam sepuluh kelompok kesejahteraan tersebut, bukan mengklasifikasikan mereka ke dalam kategori kelas sosial atau tingkat kekayaan tertentu secara absolut.
Pengembangan 24 Area Komersial di Jalur Bawah Tanah Stasiun Bundaran HI

Penentuan posisi relatif sebuah rumah tangga ke dalam sepuluh kelompok kesejahteraan tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Proses ini melibatkan penilaian yang komprehensif dan terukur. Secara spesifik, pengelompokan tingkat kesejahteraan ini ditentukan lewat 39 variabel yang berbeda. Keberadaan 39 variabel ini berfungsi untuk menilai berbagai aspek dari kehidupan rumah tangga secara menyeluruh. Dengan menggunakan puluhan variabel tersebut, sistem dapat menentukan posisi relatif setiap rumah tangga secara lebih objektif di dalam sepuluh kelompok kesejahteraan yang telah ditetapkan.
Ketika sebuah rumah tangga dikategorikan ke dalam Desil 9 atau Desil 10, hal tersebut merupakan hasil akhir dari perhitungan posisi relatif mereka berdasarkan 39 variabel yang digunakan. Masuknya mereka ke dalam kelompok ini hanya menunjukkan bahwa posisi relatif mereka berada pada kelompok atas dalam sepuluh kelompok kesejahteraan tersebut, namun bukan berarti mereka secara otomatis memiliki kekayaan yang melimpah seperti layaknya seorang "sultan". Karena desil bukan merupakan label kelas kekayaan, maka kondisi ekonomi riil dari rumah tangga di Desil 9 dan Desil 10 bisa saja sangat berbeda dari persepsi kemewahan yang dibayangkan oleh masyarakat luas.
Kepala BGN Sebut Siswa SMAN 1 Berastagi Trauma Usai Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Secara keseluruhan, pemahaman yang benar mengenai desil sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menilai kondisi kesejahteraan masyarakat. Kita harus mengingat kembali bahwa desil merupakan representasi dari posisi relatif rumah tangga dalam sepuluh kelompok kesejahteraan, yang penentuannya dilakukan secara sistematis lewat 39 variabel. Desil sama sekali bukan merupakan label kelas kekayaan. Dengan memahami fakta ini, kategori seperti Desil 9 dan Desil 10 dapat dipandang secara lebih objektif sebagai alat ukur statistik untuk menentukan posisi relatif kesejahteraan rumah tangga, bukan sebagai indikator mutlak untuk melabeli seseorang sebagai "sultan" atau kelompok kaya raya.






