berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Sains & Teknologi

Ketangguhan Rover Curiosity NASA Menjelajahi Mars Selama Hampir 14 Tahun

Sri NugrohoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 04.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketangguhan Rover Curiosity NASA Menjelajahi Mars Selama Hampir 14 Tahun
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Kendaraan penjelajah antariksa milik NASA, Curiosity, kembali menunjukkan ketangguhannya setelah beroperasi memantau permukaan Mars selama hampir 14 tahun. Wahana penjelajah seukuran mobil ini pada awalnya hanya dirancang untuk bertahan dan menjalankan misi selama dua tahun. Curiosity mendarat di Kawah Gale pada tanggal 6 Agustus 2012 sebagai bagian utama dari misi Mars Science Laboratory. Meski usianya telah jauh melampaui target awal yang ditetapkan oleh para ilmuwan, Curiosity masih terus aktif beroperasi dan mengirimkan berbagai data penting untuk mengungkap rahasia planet merah tersebut. Hingga saat ini, rover tersebut tercatat telah menempuh perjalanan darat sejauh lebih dari 32 kilometer di permukaan Mars.

Dalam perjalanannya yang panjang, Curiosity harus menghadapi medan berbatu yang sangat ekstrem di Mars. Kondisi permukaan yang keras dan abrasif ini berdampak langsung pada komponen fisik wahana, di mana sejumlah roda aluminiumnya mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Kerusakan pada roda penjelajah ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari retakan, lubang, hingga terjadinya deformasi. NASA sebenarnya tidak tinggal diam dan telah memantau kondisi roda Curiosity secara intensif sejak tanda-tanda kerusakan pertama kali muncul pada tahun 2013. Untuk memastikan setiap kerusakan terpantau dengan akurat, tim misi secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap roda-roda tersebut menggunakan instrumen kamera khusus bernama Mars Hand Lens Imager atau yang disingkat MAHLI.

Meskipun kerusakan fisik pada roda terlihat mengkhawatirkan, tim insinyur yang bertugas di Jet Propulsion Laboratory (JPL) memastikan bahwa roda-roda tersebut masih sangat mampu menopang Curiosity untuk melanjutkan misi eksplorasi. Keberhasilan ini dicapai karena para insinyur dengan cepat mengubah strategi berkendara wahana penjelajah tersebut. Mereka memilih jalur yang lebih aman untuk dilewati dan mengembangkan teknik navigasi baru yang secara khusus dirancang guna mengurangi laju kerusakan pada roda aluminium. Pengalaman berharga dalam menangani masalah roda Curiosity ini tidak hanya menyelamatkan misi saat ini, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi NASA. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan dalam merancang roda yang jauh lebih kuat untuk misi wahana penjelajah berikutnya, yakni rover Perseverance, agar lebih siap menghadapi kerasnya medan Mars.

Baca Juga

Riset Ungkap Respons Konsumen terhadap Perubahan Produk Tembakau

Riset Ungkap Respons Konsumen terhadap Perubahan Produk Tembakau

Di balik kondisi fisiknya yang terus menua, Curiosity terus menghasilkan temuan-temuan ilmiah yang luar biasa. Rover ini telah berhasil menemukan bukti konkret bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang mampu mendukung kehidupan mikroba pada miliaran tahun yang lalu. Melalui analisis mendalam terhadap batuan, mineral, serta kandungan kimia yang ditemukan di Kawah Gale, para ilmuwan mendapatkan gambaran bahwa planet tersebut dulunya pernah memiliki air dalam bentuk danau purba. Eksplorasi di Kawah Gale juga membawa Curiosity ke sebuah area spesifik yang dijuluki Jawbone Canyon. Di wilayah tersebut, wahana penjelajah ini menemukan batuan unik yang menyimpan rekaman mengenai peristiwa badai yang pernah terjadi di Mars pada masa lampau.

Perjalanan eksplorasi Curiosity di Mars tentu tidak selalu berjalan mulus dan pernah menghadapi kendala teknis yang cukup berat. Wahana milik NASA ini sempat mengalami kelumpuhan total selama enam hari di permukaan Mars. Insiden tersebut terjadi setelah sebuah batu berukuran besar secara tidak terduga tersangkut di dalam alat bornya, sehingga menghentikan sementara aktivitas operasional rover. Meskipun demikian, kendala tersebut berhasil diatasi dan Curiosity kembali melanjutkan tugasnya. Keberhasilan Curiosity saat ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang eksplorasi planet merah yang telah dimulai beberapa dekade silam, tepatnya ketika pendarat Viking 1 milik NASA berhasil mengabadikan foto bersejarah pertama dari permukaan Mars pada tanggal 20 Juli 1976.

Baca Juga

Pasar Repaint Motor Berkembang, Pilihan Warna dan Finishing Makin Beragam

Pasar Repaint Motor Berkembang, Pilihan Warna dan Finishing Makin Beragam

Selain mengandalkan Curiosity yang berada di permukaan, eksplorasi Mars dan tata surya oleh NASA kini juga didukung oleh berbagai wahana antariksa lainnya. Salah satunya adalah wahana antariksa Psyche yang sempat merekam video timelapse Mars saat wahana tersebut melakukan manuver gravitasi. Manuver ini dilakukan dalam perjalanannya menuju sebuah asteroid kaya logam yang ditargetkan akan tiba pada tahun 2029. Sementara itu, untuk eksplorasi Mars di masa depan, NASA berencana untuk mengalihkan fokus pengamatannya ke wilayah udara. Rencana ini akan diwujudkan melalui misi helikopter Skyfall 2028. Berbagai misi baru ini akan melengkapi data yang terus dikumpulkan oleh Curiosity, yang tetap setia menjelajahi Mars meski dengan kondisi roda yang mulai retak.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

NASACuriosityMarsKawah GaleEksplorasi Antariksa

Berita Terbaru Lainnya

Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie AdriansyahJaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di JatengAkademisi Sorot Langkah Cepat Pemerintah Tangani Kasus Keracunan MBG di KaroDirut PLN Darmawan Pimpin Peningkatan Pasokan Listrik SulbagselAHY Beber Ada 7.000 Kawasan Kumuh di IndonesiaAra Pesan 2,5 Juta Genteng UMKM, Program Gentengisasi Dimulai OktoberWanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Lewat MiChatMendikdasmen, Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan Pascabanjir Rampung, Pembelajaran Kembali Normal

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap