berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Nasional

Kesiapsiagaan Menghadapi Sesar Lembang dan Upaya Mitigasi Bencana di Kota Bandung

Fitri KaraengDiterbitkan 2 Agu 2026 - 23.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kesiapsiagaan Menghadapi Sesar Lembang dan Upaya Mitigasi Bencana di Kota Bandung
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Apa alasan utama Kota Bandung dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana?

Kota Bandung memiliki posisi geografis dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap berbagai potensi bencana alam. Salah satu ancaman utama yang menjadi perhatian serius adalah aktivitas Sesar Lembang. Mengingat statusnya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, dampak bencana yang terjadi di wilayah ini dapat berimplikasi sangat luas. Berdasarkan hasil pemetaan yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, sekitar 62 persen wilayah kecamatan di Kota Bandung berpotensi terdampak oleh aktivitas sesar aktif tersebut. Selain ancaman pergeseran bumi, beberapa kawasan juga rawan mengalami kekeringan. Wilayah yang paling berpotensi menghadapi kekeringan umumnya berada di kawasan timur dan utara, seperti di Kecamatan Ujungberung, Kecamatan Cibiru, dan area sekitarnya.

Bagaimana pendekatan Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Pemerintah Kota Bandung menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana kini diarahkan untuk melampaui batas teknis dan prosedural semata. Mitigasi harus bertransformasi menjadi sebuah budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warganya. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini melalui pendekatan kultural. Pembudayaan siaga bencana ini berarti masyarakat diharapkan secara organik terbiasa dengan berbagai protokol keselamatan. Pemahaman tersebut mencakup pengetahuan otomatis mengenai lokasi titik evakuasi, langkah-langkah penyelamatan secara mandiri, hingga tumbuhnya kesadaran untuk saling membantu tanpa harus menunggu instruksi formal dari pihak berwenang.

Baca Juga

Cara Mengevaluasi Performa Rehan dan Gloria pada Semifinal Taiwan Terbuka 2026

Cara Mengevaluasi Performa Rehan dan Gloria pada Semifinal Taiwan Terbuka 2026

Apa bentuk langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi mitigasi di tingkat warga?

Sebagai wujud nyata dari upaya mitigasi, Pemerintah Kota Bandung terus memperluas pembentukan Kampung Siaga Bencana. Hingga saat ini, pemerintah daerah telah berhasil mendirikan lima lokasi Kampung Siaga Bencana yang tersebar di berbagai titik strategis. Salah satu peresmian terbaru dilakukan langsung oleh Muhammad Farhan saat mengukuhkan Kampung Siaga Bencana Kecamatan Coblong. Acara pengukuhan tersebut berlangsung di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar pada hari Jumat malam, tanggal 31 Juli. Kampung Siaga Bencana ini dirancang bukan sekadar sebagai organisasi formal, melainkan sebuah sistem yang telah dilengkapi dengan sarana pendukung penanganan bencana di tingkat akar rumput. Keberadaan sistem ini diharapkan mampu melembagakan semangat gotong royong melalui perencanaan yang terstruktur serta berkelanjutan.

Apa yang dimaksud dengan semangat Warga Jaga Warga dalam menghadapi situasi darurat?

Baca Juga

Polisi Minta Publik Tak Berspekulasi soal Pagar Mal, Keamanan Jakarta Dipastikan Kondusif

Polisi Minta Publik Tak Berspekulasi soal Pagar Mal, Keamanan Jakarta Dipastikan Kondusif

Dalam upaya memperkuat pertahanan komunitas, Wali Kota Bandung memperkenalkan sebuah gagasan berupa semangat Warga Jaga Warga. Konsep ini merupakan komitmen kolektif yang ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling melindungi dan menjaga. Nilai gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia dipandang sebagai fondasi utama resiliensi atau daya lenting kota. Masyarakat diingatkan agar tidak terjebak pada pola pikir individualistis atau hanya mengandalkan pemerintah sepenuhnya saat keadaan darurat terjadi. Muhammad Farhan juga mengimbau warga agar dalam situasi darurat lebih mengedepankan aksi nyata untuk membantu sesama, dibandingkan sekadar mendokumentasikan kejadian untuk diunggah ke media sosial.

Bagaimana peran kolaborasi berbagai pihak dan dukungan infrastruktur dalam menjaga keamanan kota?

Menjaga keselamatan dan keamanan Kota Bandung membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen, termasuk kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Selain fokus pada mitigasi bencana alam secara langsung, kenyamanan dan keselamatan warga di ruang publik juga menjadi perhatian penting. Saat ini, Wali Kota Muhammad Farhan sedang mengupayakan proses pengolahan anggaran daerah untuk mempercepat perbaikan serta penyediaan sarana penerangan jalan umum di sejumlah wilayah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan mobilitas warga. Di samping itu, sebagai daerah yang menyandang predikat UNESCO Creative City of Design, Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri kreatif sejalan dengan upaya membangun kota yang tangguh dan aman bagi warganya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Muhammad FarhanMitigasi BencanaKota BandungSesar LembangKampung Siaga Bencana

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Keuangan Harita Nickel dan Capaian Pendapatan Semester I 2026Optimalisasi Infrastruktur Air Kementerian Pekerjaan Umum untuk Menghadapi Ancaman KekeringanPanduan Memilah Berita Terkini dan Cara Menghindari Hoaks di Era DigitalAntisipasi Kepadatan Imbas Doa Kebangsaan di Monas, Tiga Belas Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Stasiun JatinegaraRute dan Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta Rp 15 RibuKecelakaan Mobil Tangki dan Pikap Mahasiswa KKN di Tanah BumbuCara Mengevaluasi Performa Rehan dan Gloria pada Semifinal Taiwan Terbuka 2026Duduk Perkara Balita di Makassar yang Disita sebagai Jaminan Arisan Online

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap