PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana meningkatkan kapasitas daya listrik di jalur KRL Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung (Green Line). Langkah ini disiapkan agar jalur rel tersebut dapat dilintasi oleh rangkaian kereta dengan formasi 12 kereta atau stamformaat 12.
Selama ini, operasional KRL pada rute Tanah Abang–Rangkasbitung hanya bisa dilayani oleh rangkaian 10 kereta. Keterbatasan daya listrik di sepanjang jalur menjadi kendala utama yang membuat rangkaian dengan kapasitas lebih besar belum dapat dioperasikan secara optimal di lintasan tersebut.
Kolaborasi KAI, PLN, dan DJKA
Untuk merealisasikan rencana penguatan pasokan listrik tersebut, KAI bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Sebagai langkah awal, KAI telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PLN guna menyiapkan daya listrik prasarana perkeretaapian.
Naik Turun KRL Dialihkan ke BNI City, Penataan Stasiun Karet Ditargetkan Berlangsung hingga 7 Bulan

Saat ini KAI sedang merampungkan skema pendanaan serta penyiapan administrasi teknis yang ditargetkan selesai pada akhir tahun. Setelah seluruh persiapan administratif dan pendanaan tuntas, pekerjaan fisik untuk perkuatan listrik jalur tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.
Peremajaan Armada dan Peningkatan Layanan
Peningkatan kapasitas kelistrikan prasarana ini juga berjalan seiring dengan peremajaan armada Commuter Line. KAI mencatat total sebanyak 36 train set (rangkaian kereta) baru disiapkan secara bertahap guna memperkuat armada di wilayah Jabodetabek sekaligus menggantikan rangkaian kereta lama yang telah memasuki masa pensiun. Dari total armada baru tersebut, sebanyak sembilan train set sedang dipersiapkan untuk beroperasi secara bertahap hingga tahun 2027.
Hari Pelanggan Nasional, Mega Syariah Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis

Melalui peningkatan daya listrik prasarana dan pengoperasian rangkaian KRL berkapasitas lebih besar, KAI berharap dapat memangkas waktu tunggu antarkereta (headway). Selain itu, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa transportasi rel pada lintas Rangkasbitung–Tanah Abang.






