Kawasan Monumen Nasional atau Monas yang berlokasi di Jakarta Pusat dipadati oleh ribuan peserta pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar di area tersebut bertujuan untuk mengikuti rangkaian acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Kegiatan keagamaan berskala besar ini diselenggarakan secara khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 17.11 WIB, antusiasme jemaah sudah terlihat jelas memenuhi area yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.
Para peserta yang menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini datang dengan menggunakan berbagai jenis moda transportasi. Sebagian besar jemaah tiba di Monas dengan menumpangi bus rombongan, sementara sebagian lainnya memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Bus-bus yang mengangkut para peserta tersebut terpantau berdatangan dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Jawa Barat, Banten, hingga rombongan dari dalam lingkup DKI Jakarta. Para peserta yang hadir tampak kompak mengenakan pakaian dengan setelan serba putih saat diarahkan masuk oleh petugas keamanan di lokasi.
Rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan ini telah disusun dengan jadwal yang terperinci sejak sore hari. Berdasarkan informasi susunan acara, kegiatan keagamaan ini secara resmi dimulai pada pukul 17.00 WIB. Setelah acara dibuka, ribuan peserta yang memadati kawasan Monas dijadwalkan untuk melaksanakan ibadah salat Maghrib secara berjamaah. Pelaksanaan salat Maghrib bersama ini dilangsungkan pada pukul 17.45 WIB sebelum memasuki agenda kegiatan selanjutnya.
Pakar ITS soal Insiden Kapal Virgo Terbalik, Tak Cocok di Laut RI

Setelah pelaksanaan ibadah salat Maghrib berjamaah selesai, jadwal acara dilanjutkan dengan program Selawat Kebangsaan yang dimulai pada pukul 18.30 WIB. Memasuki malam hari, acara inti dari Zikir dan Doa Kebangsaan dijadwalkan untuk berlangsung mulai pukul 20.00 WIB. Dalam rangkaian acara inti tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk memberikan arahan serta sambutan kepada para jemaah pada pukul 20.45 WIB. Secara keseluruhan, acara peringatan kemerdekaan melalui doa bersama ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 100.000 peserta.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara dengan estimasi seratus ribu peserta tersebut, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya mengerahkan kekuatan pengamanan yang masif. Sebanyak 7.643 personel gabungan diturunkan langsung ke kawasan Monas. Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan. Ia meminta seluruh personel untuk melaksanakan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan penuh kewaspadaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie Adriansyah

Kekuatan pengamanan sebanyak 7.643 personel gabungan tersebut terdiri atas berbagai unsur instansi. Rincian perkuatan meliputi 3.675 personel dari jajaran Polda Metro Jaya serta 1.143 personel dari tingkat Polres. Pengamanan juga didukung oleh perkuatan khusus dari Markas Besar Polri, yakni 500 personel Korps Brigade Mobil atau Korbrimob Polri dan 200 personel Korps Samapta Bhayangkara atau Korsabhara Polri. Dari unsur militer dan pemerintah daerah, terdapat 1.845 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), 145 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta 135 personel Dinas Perhubungan yang juga mencakup petugas kendaraan derek.
Dalam arahannya kepada para personel gabungan, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono juga menekankan pentingnya pendekatan yang baik kepada masyarakat yang hadir. Ia secara khusus meminta para petugas keamanan di lapangan untuk selalu mengutamakan kesabaran dalam melayani masyarakat. Para personel diinstruksikan untuk tetap tenang dalam mengambil setiap tindakan, serta terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik. Pengawalan dan pengamanan ini diinstruksikan untuk terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas dinyatakan selesai sepenuhnya.






