Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) resmi memulai tahapan persiapan pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun anggaran 2026. Hal tersebut ditandai dengan penerbitan surat edaran resmi bernomor B/1553/M.SM.01.00/2026 oleh Menteri PAN-RB Rini Widyantini pada 12 Maret 2026 mengenai pengusulan kebutuhan ASN tahun 2026.
Menanggapi surat edaran dari MenPAN-RB tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakhrulloh pada 14 Maret 2026 menyatakan bahwa pihak BKN telah menerima arahan resmi tersebut dan siap menyelenggarakan seluruh tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk kebutuhan instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Jadwal dan Alur Pengusulan Formasi ASN 2026
Proses pengadaan formasi ASN 2026 diawali dengan penyampaian usulan formasi dari masing-masing instansi pembina kepegawaian. Menteri PAN-RB Rini Widyantini mewajibkan seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di tingkat pemerintah pusat serta pemerintah daerah untuk mengajukan usulan kebutuhan ASN melalui aplikasi e-Formasi pada situs resmi kementerian paling lambat tanggal 31 Maret 2026.
Setelah batas waktu penyerahan usulan berakhir dan proses verifikasi tuntas dilakukan, tahapan pendaftaran seleksi CPNS 2026 diproyeksikan akan dibuka secara resmi untuk pelamar umum pada rentang bulan Juli hingga Agustus 2026.
Ketentuan dan Syarat Pendaftaran Seleksi Calon Praja IPDN Serta Sekolah Kedinasan 2026

Prinsip Zero Growth dan Alokasi Kebutuhan Pegawai
Penetapan kuota CASN 2026 mengacu pada prinsip pertumbuhan nol atau zero growth, yakni penyesuaian jumlah penerimaan aparatur baru dengan angka pegawai yang memasuki batas usia pensiun. Berdasarkan data Kementerian PAN-RB, terdapat sekitar 160.000 hingga 166.000 ASN yang pensiun setiap tahunnya hingga 2026, termasuk data pensiun pada tahun 2025. Dengan skema zero growth, perekrutan akan difokuskan untuk menggantikan sekitar 160.000 formasi yang lowong tersebut.
Penerapan prinsip anggaran zero growth ini memiliki klausul pengecualian khusus untuk dua bidang pelayanan dasar, yaitu sektor pendidikan dan sektor kesehatan. Dengan demikian, pengajuan formasi pada sektor-sektor prioritas tersebut tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Landasan Regulasi dan Rekam Alokasi Seleksi CASN
Penetapan formasi dan tata kelola seleksi ASN 2026 mengacu pada payung hukum yang berlaku secara nasional, meliputi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang diperbarui melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, serta Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024.
Pemerintah Siapkan Skema Pengangkatan 1,25 Juta Honorer Jadi PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu

Sebagai gambaran distribusi, skema alokasi formasi CASN pada periode 2023 mencatat pembukaan total 572.496 formasi. Dari total tersebut, instansi pemerintah pusat mendapatkan alokasi 78.862 formasi yang terdiri dari 28.903 CPNS dan 49.959 PPPK, sementara pemerintah daerah memperoleh 493.634 formasi dengan fokus utama pada PPPK Guru, PPPK Tenaga Kesehatan, dan PPPK Teknis.
Pada seleksi CASN 2023 tersebut, pendaftaran seleksi CPNS berlangsung pada 20 September hingga 9 Oktober 2023, dilanjutkan dengan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 7 hingga 16 November 2023, serta penyampaian pengumuman kelulusan akhir CPNS pada 3 hingga 10 Januari 2024. Ketuntasan usulan seluruh instansi melalui e-Formasi hingga akhir Maret 2026 menjadi rujukan penentu pembukaan jadwal resmi oleh BKN.






