Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Indeks acuan domestik ini terkoreksi 24,30 poin atau 0,38% ke posisi 6.436,85, yang sekaligus menjadi titik terendah perdagangan sepanjang hari.
Pergerakan indeks sempat menunjukkan penguatan pada awal sesi. IHSG dibuka pada level 6.453,91 dan sempat menanjak hingga menyentuh level tertinggi harian di 6.535,46. Namun, aksi jual menekan pergerakan IHSG hingga berbalik arah dan melemah hingga penutupan bursa. Secara keseluruhan, sebanyak 456 saham mengalami penurunan, 213 saham bergerak menguat, dan 294 saham lainnya stagnan.
Tekanan Sektor Utilitas dan Rincian Transaksi
Pelemahan IHSG sebagian besar dipicu oleh koreksi pada sektor utilitas yang anjlok 1,84% serta sektor teknologi yang turun 1,36%.
OMODA dan JAECOO Tambah Dua Dealer Baru di SCBD dan Bekasi

Aktivitas perdagangan di seluruh pasar membukukan volume transaksi mencapai 242,48 juta lot dengan total nilai transaksi sebesar Rp11,87 triliun dan frekuensi sekitar 1,84 juta kali. Transaksi di pasar reguler mendominasi dengan nilai mencapai Rp10,85 triliun dari volume sekitar 228,25 juta lot melalui 1,84 juta kali transaksi.
Pada pasar negosiasi, volume transaksi tercatat sebesar 14,25 juta lot dengan nilai sekitar Rp1,02 triliun dari 544 kali transaksi. Sementara itu, perdagangan di pasar tunai tercatat sebanyak 36 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp15,56 juta melalui dua transaksi.
KAI dan INKA Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung 9 Oktober 2026

Sentimen Global dan Penantian Kebijakan The Fed
Dari pasar global, sentimen pasar dibayangi oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 10 tahun yang sempat menembus 5,041%, level tertingginya sejak 2007.
Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menanti keputusan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve, yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB. Berdasarkan data CME FedWatch, pasar memperhitungkan probabilitas sebesar 92,4% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% hingga 4,00%.






