Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis pada perdagangan akhir pekan. Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, indeks pasar modal Indonesia ini berhasil mencatatkan kinerja positif sejak pembukaan pasar hingga berakhirnya perdagangan sesi pertama di siang hari. Berbagai sentimen sektoral dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar turut mewarnai fluktuasi angka indeks. Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai situasi pasar terkini, berikut adalah rangkuman informasi dalam format tanya jawab seputar kinerja IHSG pada paruh pertama perdagangan hari ini. Format ini diharapkan dapat membantu para pelaku pasar memahami dinamika yang terjadi sebelum perdagangan dilanjutkan pada sesi kedua.
Bagaimana kinerja IHSG pada penutupan sesi pertama hari Jumat, 31 Juli 2026?
Pada paruh pertama perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2026, IHSG terpantau kokoh bertahan di zona hijau. Indeks mencatatkan penguatan sebesar 0,48 persen dan mendarat di level 6.216,28 pada saat sesi pertama berakhir. Sepanjang perdagangan paruh pertama tersebut, indeks bergerak cukup fluktuatif namun tetap menunjukkan tren positif. IHSG sempat menyentuh batas bawah pada angka 6.201,89 dan mencapai titik tertinggi pada rentang level 6.236,62. Kenaikan ini mencerminkan dinamika transaksi yang terjadi di lantai bursa sebelum memasuki waktu jeda siang.
Sektor-sektor saham apa saja yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pada sesi pertama?
Penguatan IHSG pada sesi pertama ini tidak lepas dari dukungan kinerja positif sejumlah sektor utama. Sektor bahan baku tampil sebagai motor penggerak paling dominan dengan mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan, yakni sebesar 2,25 persen. Selain itu, sektor properti juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sebesar 1,48 persen. Sektor utilitas menyusul di zona hijau dengan tingkat apresiasi sebesar 1,37 persen. Tidak ketinggalan, sektor konsumer non-primer juga memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,12 persen selama sesi pertama berlangsung.
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Apakah ada sektor yang mengalami koreksi dan menahan laju IHSG?
Meskipun IHSG secara keseluruhan ditutup menguat pada sesi pertama, dinamika pasar menunjukkan bahwa tidak semua sektor bergerak ke arah positif. Terdapat beberapa sektor yang justru mengalami koreksi dan menjadi penahan laju kenaikan indeks agar tidak melambung lebih tinggi. Sektor finansial mencatatkan tekanan paling besar dengan penurunan sebesar 0,51 persen. Di samping itu, sektor teknologi juga terpantau melemah sebesar 0,30 persen. Pelemahan ini disusul oleh sektor konsumer primer yang mengalami koreksi tipis sebesar 0,13 persen menjelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.
Saham perusahaan mana saja yang menjadi penyumbang poin terbesar bagi penguatan IHSG?
Kenaikan indeks pada paruh pertama hari ini didorong oleh penguatan pada beberapa saham unggulan yang utamanya berbasis komoditas dan properti. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tampil sebagai pendorong utama dengan menyumbang 7,63 poin terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Di posisi berikutnya, terdapat saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang masing-masing memberikan kontribusi positif sebesar 2,10 poin. Saham-saham lain yang turut menyokong penguatan indeks meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan andil 1,85 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 1,75 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menyumbangkan 1,64 poin.
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Saham-saham apa saja yang menjadi pemberat utama indeks pada perdagangan paruh pertama ini?
Di sisi lain, pergerakan naik IHSG masih tertahan oleh pelemahan pada beberapa saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan dan telekomunikasi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat utama indeks dengan memangkas poin IHSG secara signifikan sebesar 9,99 poin. Tekanan besar juga datang dari saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mengurangi indeks sebesar 6,27 poin. Selain kedua perusahaan tersebut, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) turut memotong indeks sebesar 3,17 poin, dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) memberikan tekanan tambahan dengan mengurangi 1,74 poin dari posisi IHSG.
Bagaimana analisis tren pergerakan IHSG secara keseluruhan pada sesi pertama ini?
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini menunjukkan pola konsolidasi yang sehat. Hal ini terjadi setelah indeks mengalami reli kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Selama indeks mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari, kecenderungan tren jangka pendek diproyeksikan masih mengarah pada tren positif. Meskipun demikian, para pelaku pasar dan investor tetap perlu mewaspadai potensi perlambatan momentum kenaikan. Indikasi mulai melambatnya momentum tersebut dapat terlihat dari pergerakan indikator MACD.






