berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Keuangan

IHSG Menguat ke Level 6.216,28 pada Sesi Pertama, Sektor Bahan Baku dan Saham AMMN Jadi Pendorong Utama

Bambang SetiawanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 20.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Menguat ke Level 6.216,28 pada Sesi Pertama, Sektor Bahan Baku dan Saham AMMN Jadi Pendorong Utama
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis pada perdagangan akhir pekan. Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, indeks pasar modal Indonesia ini berhasil mencatatkan kinerja positif sejak pembukaan pasar hingga berakhirnya perdagangan sesi pertama di siang hari. Berbagai sentimen sektoral dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar turut mewarnai fluktuasi angka indeks. Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai situasi pasar terkini, berikut adalah rangkuman informasi dalam format tanya jawab seputar kinerja IHSG pada paruh pertama perdagangan hari ini. Format ini diharapkan dapat membantu para pelaku pasar memahami dinamika yang terjadi sebelum perdagangan dilanjutkan pada sesi kedua.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Bagaimana kinerja IHSG pada penutupan sesi pertama hari Jumat, 31 Juli 2026?

Pada paruh pertama perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2026, IHSG terpantau kokoh bertahan di zona hijau. Indeks mencatatkan penguatan sebesar 0,48 persen dan mendarat di level 6.216,28 pada saat sesi pertama berakhir. Sepanjang perdagangan paruh pertama tersebut, indeks bergerak cukup fluktuatif namun tetap menunjukkan tren positif. IHSG sempat menyentuh batas bawah pada angka 6.201,89 dan mencapai titik tertinggi pada rentang level 6.236,62. Kenaikan ini mencerminkan dinamika transaksi yang terjadi di lantai bursa sebelum memasuki waktu jeda siang.

Sektor-sektor saham apa saja yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pada sesi pertama?

Penguatan IHSG pada sesi pertama ini tidak lepas dari dukungan kinerja positif sejumlah sektor utama. Sektor bahan baku tampil sebagai motor penggerak paling dominan dengan mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan, yakni sebesar 2,25 persen. Selain itu, sektor properti juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sebesar 1,48 persen. Sektor utilitas menyusul di zona hijau dengan tingkat apresiasi sebesar 1,37 persen. Tidak ketinggalan, sektor konsumer non-primer juga memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,12 persen selama sesi pertama berlangsung.

Baca Juga

IHSG Menguat ke Level 6.216 pada Perdagangan Jumat Pagi, 329 Saham Melaju di Zona Hijau

IHSG Menguat ke Level 6.216 pada Perdagangan Jumat Pagi, 329 Saham Melaju di Zona Hijau

Apakah ada sektor yang mengalami koreksi dan menahan laju IHSG?

Meskipun IHSG secara keseluruhan ditutup menguat pada sesi pertama, dinamika pasar menunjukkan bahwa tidak semua sektor bergerak ke arah positif. Terdapat beberapa sektor yang justru mengalami koreksi dan menjadi penahan laju kenaikan indeks agar tidak melambung lebih tinggi. Sektor finansial mencatatkan tekanan paling besar dengan penurunan sebesar 0,51 persen. Di samping itu, sektor teknologi juga terpantau melemah sebesar 0,30 persen. Pelemahan ini disusul oleh sektor konsumer primer yang mengalami koreksi tipis sebesar 0,13 persen menjelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.

Saham perusahaan mana saja yang menjadi penyumbang poin terbesar bagi penguatan IHSG?

Kenaikan indeks pada paruh pertama hari ini didorong oleh penguatan pada beberapa saham unggulan yang utamanya berbasis komoditas dan properti. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tampil sebagai pendorong utama dengan menyumbang 7,63 poin terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Di posisi berikutnya, terdapat saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang masing-masing memberikan kontribusi positif sebesar 2,10 poin. Saham-saham lain yang turut menyokong penguatan indeks meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan andil 1,85 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 1,75 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menyumbangkan 1,64 poin.

Baca Juga

Mekanisme Penawaran Lelang Aset Sitaan Negara Melalui Portal Resmi

Mekanisme Penawaran Lelang Aset Sitaan Negara Melalui Portal Resmi

Saham-saham apa saja yang menjadi pemberat utama indeks pada perdagangan paruh pertama ini?

Di sisi lain, pergerakan naik IHSG masih tertahan oleh pelemahan pada beberapa saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan dan telekomunikasi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat utama indeks dengan memangkas poin IHSG secara signifikan sebesar 9,99 poin. Tekanan besar juga datang dari saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mengurangi indeks sebesar 6,27 poin. Selain kedua perusahaan tersebut, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) turut memotong indeks sebesar 3,17 poin, dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) memberikan tekanan tambahan dengan mengurangi 1,74 poin dari posisi IHSG.

Bagaimana analisis tren pergerakan IHSG secara keseluruhan pada sesi pertama ini?

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini menunjukkan pola konsolidasi yang sehat. Hal ini terjadi setelah indeks mengalami reli kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Selama indeks mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari, kecenderungan tren jangka pendek diproyeksikan masih mengarah pada tren positif. Meskipun demikian, para pelaku pasar dan investor tetap perlu mewaspadai potensi perlambatan momentum kenaikan. Indikasi mulai melambatnya momentum tersebut dapat terlihat dari pergerakan indikator MACD.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGPasar ModalSahamAMMNBBCA

Berita Terbaru Lainnya

Persiapan Menonton Laga Timor Leste vs Indonesia di Piala AFF 2026Mutasi Polri, Brigjen Untung Widyatmoko Ditunjuk Menjadi Kadiv Hubinter BaruCara Warga dan Instansi Menghadapi Krisis Air Bersih Saat Kekeringan MelandaMengenal Proses Hukum dan Penahanan Tersangka TPPU oleh Kejaksaan AgungMenyikapi Lonjakan Harga dan Keterbatasan Pasokan Semen di Sumatera UtaraRencana Sayembara Kota Terbersih Presiden Prabowo, Hadiah, Target, dan Dukungan Alat BeratMemahami Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis Pascaputusan Mahkamah KonstitusiPanduan Program SPPI untuk Manajer Koperasi Desa dan Kampung Nelayan

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Persiapan Menonton Laga Timor Leste vs Indonesia di Piala AFF 2026

Olahraga

Persiapan Menonton Laga Timor Leste vs Indonesia di Piala AFF 2026

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  5. 5Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap