PT Fitch Ratings Indonesia resmi menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Pos Indonesia (Persero) dari 'CC(idn)' menjadi 'C(idn)'. Penurunan peringkat ini menandakan bahwa kondisi gagal bayar atau proses yang menyerupai gagal bayar telah terjadi pada badan usaha milik negara tersebut. Sementara itu, Fitch mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Pendek perseroan pada level 'C(idn)'.
Penyesuaian risiko kredit ke level 'C(idn)' diterapkan secara luas terhadap sejumlah instrumen utang Pos Indonesia. Pemangkasan tersebut berlaku untuk Program Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan nilai maksimum Rp1,5 triliun, penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I dan II, serta surat utang konvensional Obligasi I Pos Indonesia Tahun 2022.
Penolakan Restrukturisasi Sukuk
Penurunan peringkat oleh lembaga pemeringkat ini berkaitan erat dengan kebuntuan dalam skema restrukturisasi utang perseroan. Pemegang Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap II Tahun 2025 dengan nilai pokok Rp500 miliar sebelumnya menyatakan menolak proposal restrukturisasi yang diajukan manajemen.
Prabowo Jawab Permintaan Pramono soal Danantara Garap LRT Jakarta

Penolakan resmi tersebut tercatat dalam Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) yang diselenggarakan pada Jumat, 4 September 2026. Berdasarkan hasil pemungutan suara dan laporan notaris, pemegang sukuk secara sah dan mengikat memutuskan untuk tidak menyetujui Agenda 2 dan Agenda 3 RUPSI yang memuat usulan restrukturisasi utang perseroan.
Masuk Agenda Transformasi Danantara
Di tengah tekanan kewajiban finansial ini, Pos Indonesia menjadi salah satu BUMN yang tengah direhabilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 30 persen permasalahan BUMN yang perlu dituntaskan, dengan fokus utama pada tiga sektor: BUMN karya, sektor logistik, dan pengelolaan dana pensiun.
Danantara saat ini sedang menjalankan proses transformasi internal di tubuh Pos Indonesia. Manajemen Danantara menargetkan langkah perbaikan tata kelola dan restrukturisasi operasional perseroan logistik pelat merah tersebut dapat rampung pada akhir tahun ini.






