PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi meluncurkan fasilitas Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas 500 kVA di Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Fasilitas berbasis jaringan listrik darat ini disiapkan untuk memasok kebutuhan energi kapal niaga selama bersandar di dermaga.
Kehadiran teknologi ini mengubah pola operasional kapal yang selama ini bersandar di pelabuhan. Sebelumnya, kapal yang merapat harus terus menyalakan mesin bantu (auxiliary engine) atau genset berbahan bakar minyak untuk menjaga pasokan listrik bagi kebutuhan hotel load, pendingin kontainer (reefer), hingga pompa. Melalui skema shore-to-ship power, kapal dapat mematikan mesin bantu sepenuhnya dan mengalihkan sumber kelistrikan ke jaringan darat.
Efisiensi Biaya dan Penurunan Emisi
Pengalihan sumber daya ke listrik darat berdampak langsung pada penurunan biaya operasional serta polusi di lingkungan pelabuhan. Berdasarkan pengukuran terhadap dua kapal uji coba, pemanfaatan OPS menghasilkan potensi penghematan biaya energi antara 40 hingga 64 persen dibandingkan pengoperasian genset kapal, bergantung pada spesifikasi mesin dan jenis bahan bakar yang digunakan.
Dari aspek lingkungan, pengujian mengindikasikan implementasi OPS mampu memangkas emisi gas buang kapal hingga 75 persen. Pasokan daya dari darat ini juga mengeliminasi emisi lokal dari cerobong kapal, mencakup nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikulat, sekaligus mereduksi getaran serta tingkat kebisingan di area dermaga.
Terungkap! Ini 3 Prioritas Reformasi Pajak Usai Ditinggal Purbaya

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, menyatakan optimismenya terhadap penerapan sistem ini. "Kami yakin implementasi OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi best practice dan menjadi bagian dari transformasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan yang lebih hijau, efisien, berdaya saing dan berkelanjutan," ujar Heru.
Dukungan penyediaan energi andal juga disampaikan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, yang menegaskan keterlibatan PLN dalam membangun ekosistem kelistrikan pelabuhan guna mempercepat transisi energi di sektor maritim.
Target Pengembangan Jangka Panjang
Pengelolaan operasional fasilitas OPS ini ditugaskan kepada anak usaha Pelindo, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI). Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan, menjelaskan bahwa unit di Dermaga 004 telah menyelesaikan tahapan Site Acceptance Test (SAT) serta berhasil melalui masa uji coba pada kapal niaga pada Juli 2026.
PT Pos Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Pangkas Peringkat Utang Jadi C

Peluncuran di Terminal PNP Dermaga 004 menjadi bagian dari rencana jangka panjang modernisasi pelabuhan nasional. Pelindo menargetkan pemasangan hingga 24 unit OPS di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada 2027. Model ini kemudian direncanakan untuk direplikasi ke terminal multiguna dan dermaga umum lainnya di Indonesia, dengan target indikatif mencapai 123 unit OPS pada 2050.
Peresmian layanan ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), KSOP Utama Tanjung Priok, Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok, Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA), PT PLN (Persero), serta jajaran manajemen Pelindo Group.






