Pelaku pasar kembali memborong portofolio saham domestik dan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,01% atau naik 66,77 poin ke level 6.686,44 pada penutupan perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan ini mengompensasi pergerakan pasar sehari sebelumnya, Senin (7/9/2026), saat indeks terkoreksi 0,25% ke posisi 6.619,67.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks dibuka pada level 6.639,51 dan sempat menyentuh level terendah di 6.636,94 sebelum terus mendaki ke level tertinggi harian di 6.696,28. Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan volume mencapai 35,06 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp15,60 triliun melalui frekuensi 2,263 juta kali transaksi. Sebanyak 388 saham ditutup menguat, 253 saham terkoreksi, dan 322 saham stagnan.
Laju indeks hari ini disokong penuh oleh seluruh sektor yang serempak menguat. Sektor bahan baku memimpin kenaikan dengan penguatan 2,21%, disusul sektor konsumer primer yang naik 1,05%, dan sektor finansial sebesar 1,03%. Sektor industri dan energi sama-sama menanjak 0,63%, diikuti sektor teknologi 0,34%, serta properti 0,08%.
OJK Ungkap Industri Manufaktur RI Lesu Lagi, PMI Turun ke 49,8

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang utama penguatan indeks dengan kontribusi 11,73 poin setelah ditutup pada level 6.675. Emiten lain yang turut menyumbang poin penguatan terbesar adalah SMMA dengan 7,27 poin, AMMN 7,17 poin, BBRI 4,66 poin, MDKA 3,72 poin, dan BMRI 3,47 poin.
Di sisi lain, pergerakan indeks tertahan oleh sejumlah saham penekan. Saham BRMS tercatat menjadi beban terbesar IHSG dengan pengurangan 2,37 poin, diikuti pelemahan BELI yang membebani 1,44 poin, serta BBNI yang mengurangi 1,05 poin indeks.
Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2, Ditopang Saham Perbankan dan Arus Modal Asing

Investor asing turut menopang reli bursa dengan mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp83,37 miliar. Aliran modal masuk asing paling banyak tertuju pada saham BBCA dengan nilai net buy Rp112,57 miliar, diikuti AMMN sebesar Rp109,34 miliar, BBRI Rp74,54 miliar, ENRG Rp37,88 miliar, dan RATU senilai Rp26,39 miliar.






