Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 1,02% ke level 6.687,03 pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan indeks saham domestik tersebut didorong oleh lonjakan harga saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap), khususnya dari sektor perbankan, serta tren positif yang merata di hampir seluruh sektor bursa.
Dalam jalannya perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.696,28 atau hanya berjarak sekitar 4 poin dari level resistansi psikologis 6.700.
Perbankan dan Bahan Baku Menopang Laju Indeks
Kenaikan IHSG dipimpin oleh penguatan sektor bahan baku yang melonjak 1,57%, diikuti sektor finansial yang naik 1,08%. Sektor lainnya turut mencatatkan apresiasi, antara lain energi sebesar 0,96%, konsumer primer 0,77%, industri 0,57%, kesehatan 0,52%, dan properti 0,50%. Sementara itu, sektor teknologi terapresiasi 0,26%, utilitas 0,21%, serta konsumer non-primer bertambah 0,17%.
Dari jajaran saham penggerak, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor utama penguatan indeks dengan menyumbang 11,73 poin setelah harga sahamnya berada di posisi 6.750. Penguatan indeks juga ditopang oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dengan kontribusi 7,27 poin dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 7,17 poin.
Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

Selain itu, sejumlah saham berbobot besar lain yang turut menjaga momentum kenaikan mencakup PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan dorongan 4,66 poin, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 3,72 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 3,47 poin.
Di sisi lain, laju IHSG tertahan oleh sejumlah saham yang mengalami tekanan jual. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi pemberat utama dengan kontribusi negatif 2,37 poin indeks, disusul PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebesar 1,44 poin dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 1,05 poin.
Aksi Beli Bersih Investor Asing
Faktor lain yang mendorong penguatan IHSG adalah masuknya modal asing ke pasar saham reguler. Hingga penutupan sesi I, investor asing membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp83,37 miliar. Nilai transaksi beli asing tercatat Rp2,14 triliun berbanding nilai jual Rp2,06 triliun.
Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

Saham BBCA mencatat nilai akumulasi beli asing terbesar, yakni mencapai Rp112,57 miliar, disusul AMMN sebesar Rp109,34 miliar dan BBRI senilai Rp74,54 miliar. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp37,88 miliar dan PT Ratu Prabu Energi Tbk (RATU) senilai Rp26,39 miliar.
Aktivitas pasar secara keseluruhan tergolong ramai dengan volume perdagangan mencapai 25,08 miliar lembar saham, nilai transaksi sebesar Rp10,02 triliun, dan frekuensi transaksi mencapai 1,592 juta kali. Sebanyak 383 saham bergerak di zona hijau, 241 saham melemah, dan 339 saham bergerak stagnan.






