Kelompok gerakan Ansar Allah atau Houthi dari Yaman membantah adanya ancaman militer maupun serangan terhadap kota suci Makkah dan situs-situs suci Islam lainnya di Arab Saudi. Pernyataan tersebut dirilis guna merespons langkah otoritas keamanan Kerajaan Arab Saudi yang menerbitkan peringatan darurat pada Selasa (15/9).
Sumber militer yang dikutip kantor berita Saba menepis klaim ancaman dari Yaman dan menyebutnya tidak berdasar. Pihak Houthi justru menuding peringatan yang dikeluarkan Riyadh merupakan bentuk disinformasi.
Melawat ke Pulau Palue, Jokowi Bakal Serahkan Bantuan Korban Gempa Flores

Sebelumnya, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi untuk pertama kalinya merilis peringatan serangan udara yang mencakup wilayah Makkah. Peringatan darurat melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat tersebut disiarkan mencakup tiga kota utama di wilayah barat, yakni Jeddah, Makkah, dan Taif. Kendati demikian, instruksi keselamatan tersebut tidak merinci secara spesifik bentuk potensi ancaman yang sedang dihadapi, dan belum ada laporan terkait dampak atau kerusakan fisik di area yang disebutkan.
Basarnas Evakuasi Empat Jenazah Korban KMP Virgo Lewat Udara

Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Udara Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan sebuah drone milisi Houthi yang berupaya memasuki wilayah udara Makkah pada Selasa malam. Dugaan upaya penyerangan drone ke wilayah Makkah dan Madinah tersebut menuai reaksi keras dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang secara terbuka mengutuk tindakan tersebut.






