Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus berjalan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi empat jenazah korban melalui jalur udara menuju Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.
Proses evakuasi udara tersebut dilakukan dalam dua penerbangan terpisah. Helikopter HR-3601 mendarat perdana di Bandara Syamsudin Noor pada pukul 11.23 WITA dengan membawa dua korban meninggal dunia yang sebelumnya dievakuasi dari kapal TB Trans Coal Pacific. Berselang sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 11.55 WITA, helikopter AS-365 P-3013 menyusul mendarat untuk mengangkut dua jenazah tambahan yang ditemukan tim SAR di area perairan.
Pria di Bogor Ditangkap Terkait Kasus Pelecehan Anak, Korban Capai 18 Orang

Selain evakuasi korban meninggal melalui udara, tim SAR gabungan juga menangani rombongan korban selamat lewat jalur laut. Sebanyak 22 penyintas yang semula berada di KM Cahaya Bahari Jaya berhasil dipindahkan ke KRI Nala, lalu dibawa menuju daratan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin. Hingga kini, total penumpang yang telah dievakuasi mencapai 114 orang, mencakup 108 penumpang selamat dan enam korban meninggal dunia.
Fokus pencarian saat ini diarahkan penuh untuk menyisir keberadaan 129 penumpang yang masih dilaporkan hilang. Operasi skala besar ini mengerahkan 1.097 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, dan potensi SAR. Operasi penyisiran turut didukung 17 unit kapal patroli laut serta lima armada udara, termasuk pesawat Cessna 208 Caravan untuk memperluas jangkauan pemantauan visual dari udara. Dari wilayah perairan sekitar, Basarnas Makassar juga mengerahkan KN SAR Kamajaya beserta 35 personel untuk memperkuat pencarian di Laut Jawa.
TNI AU Bantah Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior karena Salah Beli Mi

Mengenai faktor di balik insiden ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa KMP Virgo Transport 8 tidak berada dalam kondisi kelebihan kapasitas atau muatan berlebih saat berlayar. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kini telah memulai investigasi resmi guna mendalami penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut.






