Presiden ke-7 RI Joko Widodo dijadwalkan melangsungkan kunjungan kemanusiaan ke Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (16/9). Lawatan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi para penyintas sekaligus menyerahkan bantuan bagi korban terdampak gempa bumi Flores yang terjadi pada Agustus 2026 lalu.
Dalam agenda tersebut, Joko Widodo didampingi oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep beserta jajaran pengurus partai. Rombongan dijadwalkan mendarat di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 13.00 WITA, kemudian menempuh jalur darat menuju Pelabuhan Ropa di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Dari sana, rombongan menyeberang laut menggunakan kapal menuju Pulau Palue di wilayah Kabupaten Sikka.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengonfirmasi kepastian kedatangan rombongan tersebut. Menurutnya, jalur darat via Pelabuhan Ropa menjadi akses penyeberangan kapal ke lokasi bencana.
Pria di Bogor Ditangkap Terkait Kasus Pelecehan Anak, Korban Capai 18 Orang

Setibanya di Pulau Palue, lokasi pertama yang disambangi adalah posko pengungsian di Desa Rokirole. Joko Widodo dijadwalkan menyerahkan bantuan secara simbolis dan berdialog dengan warga mengenai kebutuhan mendesak pascabencana. Untuk merasakan langsung kondisi para korban yang kehilangan tempat tinggal, ia juga diagendakan bermalam bersama pengungsi di tenda darurat.
Selain mendatangi posko warga, peninjauan turut diarahkan ke Gereja Paroki Lei di Desa Tuanggeo. Agenda ini difokuskan guna memetakan tingkat kerusakan fisik pada sarana ibadah maupun fasilitas publik di sekitarnya.
TNI AU Bantah Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior karena Salah Beli Mi

Kunjungan kemanusiaan ini berlangsung saat penanganan dampak gempa Flores memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi NTT bersama tujuh pemerintah kabupaten di Pulau Flores kini beralih ke fase pemulihan setelah hampir sebulan berstatus tanggap darurat. Sebelumnya, Basarnas resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores Magnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9) pukul 18.00 WITA, seiring grafik peluruhan gempa susulan yang dilaporkan Stasiun Geofisika Kupang mulai menunjukkan pola penurunan.






