Pasar kripto menunjukkan dinamika kontras ketika harga Bitcoin mengalami koreksi di tengah derasnya arus modal yang masuk ke produk pertukaran berbasis spot (ETF) di Amerika Serikat.
Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin spot di AS membukukan aliran dana masuk sekitar 3,8 miliar dolar AS selama tiga pekan perdagangan berturut-turut, terhitung sejak 17 Agustus hingga 4 September 2026. Masuknya modal segar tersebut menempatkan total aset bersih ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat berada di kisaran 101,3 miliar dolar AS pada periode yang sama.
Meski minat institusi melalui instrumen ETF tergolong kuat, pergerakan harga aset acuan justru melemah. Bitcoin yang sebelumnya bertengger di kisaran 81.200 dolar AS tertekan hingga turun ke bawah level 79.000 dolar AS. Data CoinGecko pada Selasa (8/9/2026) mencatat Bitcoin bergerak fluktuatif di rentang 78.200 hingga 79.600 dolar AS.
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107

Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian menyampaikan bahwa konsistensi arus dana masuk pada produk ETF tetap menjadi indikator utama untuk mengukur besarnya permintaan pasar terhadap Bitcoin.
Penantian Rilis Data Ekonomi dan Arah Kebijakan The Fed
Tekanan pada harga Bitcoin berlangsung seiring sikap hati-hati para pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Sejumlah agenda ekonomi penting dijadwalkan rilis dalam waktu dekat, dimulai dari data Producer Price Index (PPI) pada 10 September 2026 dan Consumer Price Index (CPI) pada 11 September 2026.
Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Sentimen pasar berikutnya akan tertuju pada hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang diagendakan berlangsung pada 15–16 September 2026. Materi kajian dari INDODAX mencatat ekspektasi pasar memperhitungkan peluang sebesar 58,4 persen bagi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, berbanding 41,6 persen peluang suku bunga dipertahankan.
Ekspektasi kebijakan suku bunga tersebut turut dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat edisi Agustus yang menunjukkan tambahan 162.000 lapangan kerja serta tingkat pengangguran yang berada di level 4,1 persen.






