Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat realisasi penyaluran dana bantuan Presiden untuk penanganan dampak gempa bumi telah mendekati separuh dari total anggaran yang disiapkan. Dari pagu sebesar Rp40 miliar yang dialokasikan khusus bagi Pemprov NTT, hampir 50 persen di antaranya telah didistribusikan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Alokasi untuk pemerintah provinsi tersebut merupakan bagian dari total bantuan Presiden Prabowo senilai Rp200 miliar. Selain dukungan ke tingkat provinsi, dana masing-masing Rp20 miliar juga dialokasikan langsung untuk delapan kabupaten terdampak guna mempercepat penanganan darurat dan pemulihan warga di lapangan.
Menurut keterangan resmi pemerintah daerah, dana yang telah tersalur mencakup bantuan tunai maupun pengadaan logistik kebutuhan dasar. Distribusi barang ditujukan langsung bagi warga terdampak, meliputi pasokan makanan, terpal, matras, hingga selimut. Secara kumulatif, total bantuan fisik yang telah disalurkan pemerintah untuk korban bencana gempa NTT kini menembus 2.165 ton.
Ngenes! Tragedi 19 Kebakaran Kapal di Laut RI Biang Keroknya Sama

Skema Bantuan Perbaikan Rumah dan Pemulihan Korban
Penanganan pascabencana difokuskan pula pada rehabilitasi permukiman warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memverifikasi sebanyak 51.591 unit rumah yang terdampak pascagempa magnitudo 7,7 di wilayah NTT.
Untuk perbaikan tempat tinggal, pemerintah menetapkan skema kompensasi berdasarkan tingkat kerusakan: - Rumah rusak ringan menerima dana bantuan sebesar Rp15 juta. - Rumah rusak sedang mendapatkan santunan sebesar Rp30 juta. - Rumah berkategori rusak berat akan ditangani dan dibangun kembali secara langsung oleh BNPB.
Eks Wakil Jaksa Agung A. H. Ritonga Meninggal Dunia

Selain pemulihan infrastruktur, penanganan medis dan dukungan psikologis terus digulirkan. Kementerian Kesehatan telah memberangkatkan 160 personel Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 ke NTT untuk memfokuskan layanan pemulihan kesehatan mental serta pendampingan psikososial bagi para korban, khususnya di wilayah Flores.
Berbagai elemen masyarakat turut mendukung pemenuhan kebutuhan dasar penyintas gempa. Baznas (Bazis) DKI Jakarta bersama Chef Nusantara dan King Abdi menyiapkan 10.000 porsi makanan siap santap, sementara aksi sosial dari gelaran Brebes Culture Festival 2026 turut menyalurkan logistik tambahan berupa 5.778 butir telur asin ke lokasi bencana.






